Jakarta - Banyak gedung perkantoran di Jakarta telah dilengkapi dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Namun, tidak sedikit yang belum mengelolanya secara optimal. Padahal, IPAL merupakan bagian penting dari sistem sanitasi gedung.
Instalasi ini berfungsi mengolah air limbah dari aktivitas sehari-hari sebelum dibuang ke saluran lingkungan.Tanpa operasional dan pemeliharaan yang baik, kinerja IPAL dapat menurun dan berpotensi menimbulkan pencemaran.
Sebagai perusahaan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang bergerak di bidang pengelolaan air limbah domestik, Perumda Paljaya menghadirkan layanan operasional dan pemeliharaan IPAL bagi gedung perkantoran di Jakarta. Layanan ini membantu memastikan sistem pengolahan air limbah berjalan dengan baik dan sesuai standar lingkungan.
Operasional IPAL Butuh Pengelolaan Rutin
IPAL bukan sekadar instalasi yang dibangun, tetapi sistem yang harus dioperasikan dan dipantau secara rutin. Direktur Teknik & Usaha Paljaya, Rizki Shebubakar menambahkan, bahwa beberapa komponen penting seperti pompa, blower, dan bak pengolahan harus diperiksa secara berkala agar proses pengolahan limbah tetap optimal.
"Namun dalam praktiknya, tidak semua gedung memiliki operator khusus untuk menangani IPAL. Kondisi ini sering membuat sistem pengolahan air limbah tidak terpantau secara maksimal," ujar Rizki dalam keterangan tertulis, Senin (11/5/2026).
Melalui layanan yang dimiliki, Paljaya dapat membantu pengelola gedung dalam menjalankan operasional IPAL, mulai dari pemantauan sistem hingga pemeliharaan instalasi.
PALJaya Siap Kelola Operasional Hingga Penyedotan Lumpur Foto: PALJAYA
Lumpur Hasil IPAL Harus Disedot Berkala
Selain operasional harian, IPAL juga menghasilkan lumpur residu dari proses pengolahan air limbah.
"Lumpur ini akan mengendap di dalam IPAL dan perlu dikeluarkan secara berkala. Jika tidak disedot, endapan lumpur dapat terus bertambah dan mengurangi kapasitas pengolahan IPAL," jelas Rizki.
Akibatnya, kinerja instalasi bisa menurun dan berpotensi menimbulkan masalah lingkungan. Karena itu, penyedotan lumpur menjadi bagian penting dalam pemeliharaan IPAL gedung.
Paljaya Tangani Hingga Pengolahan Akhir
Selain layanan operasional IPAL, Paljaya dapat melakukan penyedotan lumpur hasil pengolahan. Lumpur tersebut kemudian diangkut dan dikelola di Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT). Dengan sistem ini, limbah tidak hanya dipindahkan, tetapi benar-benar diolah agar aman sebelum dikembalikan ke lingkungan.
Pendekatan terintegrasi ini membantu memastikan pengelolaan air limbah di gedung perkantoran berjalan lebih baik dan bertanggung jawab.
Solusi Pengelolaan Air Limbah Gedung
Melalui layanan operasional IPAL, pemeliharaan hingga penyedotan lumpur residu, Paljaya menghadirkan solusi pengelolaan air limbah secara menyeluruh. Layanan ini dapat dimanfaatkan oleh berbagai sektor, termasuk gedung perkantoran dan bangunan komersial di Jakarta.
Bagi pengelola gedung dan masyarakat, manfaatkan layanan resmi Paljaya melalui kanal yang tersedia untuk memastikan setiap pelayanan dilakukan secara aman, legal, dan ramah lingkungan, melalui Instagram @pdpaljaya maupun website www.paljaya.co.id (ega/ega)















































