Jakarta - Polisi menangkap sembilan orang yang diduga mengeroyok RDY (19) dan KDP (17). Pengeroyokan menyebabkan salah satu korban, RDY, tewas.
Peristiwa itu terjadi di Tempurejo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, pada Minggu (12/4/2026), sekitar pukul 03.00 WIB. RDY tewas di rumah sakit saat menjalani perawatan setelah dikeroyok pelaku.
"Perlu kami jelaskan untuk perkembangan terkait dengan kejadian di wilayah Tempuran yang terjadi tanggal 12 April tahun 2026. Di mana ada dua orang korban, satu korban meninggal dunia dan satu korban mengalami luka-luka," kata Wakasat Reskrim Polresta Magelang AKP Toyib Riyanto kepada wartawan di lobi Polresta Magelang, dilansir detikJateng, Senin (11/5).
Sembilan orang itu adalah RNC (30), warga Sidoagung Tempuran; ITH (23), warga Tempurejo Tempuran; FP (24), warga Tempurejo Tempuran; AV (30), warga Watu Karung Mertoyudan; dan MAN (30), Tempurejo Tempuran. Kemudian, HEP (20), warga Tempurejo Tempuran; DAH (29), warga Tempurejo; YPN (26), warga Banjaran; dan anak yang berhadapan dengan hukum berinisial MFT (17), warga Tempurejo Tempuran. Mereka dilakukan penahanan di Rutan Polresta Magelang.
Peristiwa bermula saat kedua korban konvoi dengan rombongan menuju ke Tempuran saat dini hari. Diduga ada yang memprovokasi pemuda setempat yang sedang berkumpul di pos kamling hingga terjadi aksi pengeroyokan.
"Sekitar pukul 03.00 WIB, ada serombongan anak-anak dan pemuda menggunakan sepeda motor berjumlah kurang lebih sekitar 25 datangnya dari arah Magelang (kota). Kemudian, memprovokasi pemuda yang sedang duduk-duduk atau nongkrong di depan pos kamling tersebut," ujarnya.
"Sehingga dikejar oleh para pemuda Desa Tempurejo, pemuda yang datangnya dari Magelang lari (arah Kota Magelang) dan saat itu dapat terkejar dua orang. Dua orang dibawa ke wilayah Tempurejo dan di situ terjadi tindak kekerasan secara bersama-sama (dikeroyok)," lanjutnya.
RDY sempat dirawat di RST Soedjono Magelang Minggu (12/4) dan meninggal dunia pada Selasa (5/5). Sementara satu korban lainnya mengalami luka.
"Dan alhamdulillah, untuk para pelaku sudah dapat kita amankan di hari Jumat (8/5), jumlah pelaku secara keseluruhan ada sembilan," sambung Toyib.
Baca selengkapnya di sini. (dek/dek)















































