Komisi I DPR Dorong TNI Evaluasi Kelembagaan Meski Kabais sudah Mundur

4 hours ago 5
Jakarta -

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyambut baik penyerahan jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais), Letnan Jenderal (Letjen) Yudi Abrimantyo, buntut kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Dave menyebut mundurnya Kabais mesti dibarengi evaluasi kelembagaan TNI.

"Kami memandang bahwa setiap pejabat publik memiliki tanggung jawab moral dan institusional untuk menjaga integritas serta akuntabilitas. Langkah Kabais yang menyerahkan jabatan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kasus yang melibatkan Andrie Yunus adalah sikap yang patut diapresiasi," kata Dave kepada wartawan, Kamis (26/3/2026).

Ia mengatakan mundurnya Kabais menunjukkan kesadaran pentingnya transparansi dan kepercayaan publik terhadap institusi negara. Dave memandang langkah tersebut sebagai bentuk komitmen TNI dalam menegakkan profesionalisme.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami juga melihat bahwa TNI telah mengambil langkah penyelidikan secara menyeluruh dan terbuka. Hal ini menunjukkan komitmen institusi untuk menegakkan profesionalisme serta memastikan bahwa setiap proses berjalan sesuai aturan hukum yang berlaku," ujarnya.

Kendati demikian, legislator Golkar ini menekankan keputusan yang diambil Kabais TNI Letnan Jenderal Yudi tak hanya berhenti pada aspek personal. Dave meminta momen itu menjadi evaluasi kelembagaan TNI supaya tak ada kejadian serupa.

"Komisi I DPR RI menegaskan bahwa mekanisme pertanggungjawaban ini tidak hanya berhenti pada aspek personal, tetapi juga menjadi momentum evaluasi kelembagaan agar ke depan tidak terjadi lagi peristiwa serupa yang dapat mencederai kepercayaan masyarakat terhadap institusi pertahanan dan keamanan," kata Dave.

"Kami mengajak semua pihak untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan, sekaligus menjaga stabilitas dan wibawa institusi negara. Komisi I DPR RI berkomitmen untuk memastikan bahwa prinsip profesionalisme, akuntabilitas, dan transparansi tetap menjadi landasan dalam setiap kebijakan dan tindakan yang diambil oleh aparat negara," sambungnya.

Penjelasan TNI

TNI melakukan penyerahan jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban TNI setelah kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus yang melibatkan anggota Bais TNI.

"Jadi kami perlu sampaikan di sini, sebagai bentuk pertanggungjawaban, hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais. Terima kasih," ujar Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah kepada wartawan di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (25/3).

Aulia menyampaikan kemarin TNI telah melaksanakan rapat bersama dengan Kementerian Pertahanan. Dalam rapat tersebut, Aulia mengatakan TNI bersama Kemhan membahas mengenai revitalisasi internal TNI.

Selain itu, Aulia menyebut rapat bersama itu sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Rapat itu, kata dia, menyimpulkan agar TNI menindak tegas setiap prajurit yang melakukan pelanggaran.

"Tentara Nasional Indonesia menegaskan komitmennya dengan menindak tegas setiap pelanggaran hukum dan disiplin yang dilakukan oleh prajurit TNI," kata Aulia.

Simak Video 'Jabatan Kabais Diserahkan, TNI Sebut Bentuk Tanggung Jawab':

(dwr/jbr)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |