Dubes Saudi Kecam Serangan Iran ke Negara Teluk: Sengaja Picu Permusuhan

4 hours ago 3

Jakarta -

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengecam serangan Iran terhadap sejumlah negara kawasan di Timur Tengah. Arab Saudi menduga serangan yang dilancarkan Iran ke sejumlah negara kawasan telah dipersiapkan.

"Kami ingin menyampaikan tendit (kecaman) ataupun penolakan terhadap serangan yang dilakukan oleh Iran kepada Kerajaan Arab Saudi dan juga kepada negara-negara Arab Teluk dan juga negara-negara Arab Islam lainnya yang ada di kawasan," kata Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi, di Kedubes Arab Saudi di Jakarta Selatan, Kamis (26/3/2026).

"Tentu permusuhan yang dilakukan oleh Iran ini, terutama terhadap Kerajaan Arab Saudi dan juga negara-negara Teluk lainnya, memang sudah dipersiapkan sebelumnya untuk sengaja melakukan permusuhan terhadap Kerajaan Arab Saudi dan negara-negara lainnya," lanjutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Faisal, tindakan Iran menggambarkan adanya keinginan untuk menciptakan gangguan di kawasan. Dia menegaskan rentetan serangan Iran di negara-negara kawasan Teluk telah melanggar hukum internasional.

"Dan sampai saat ini serangan-serangan yang dilakukan oleh Iran masih terus berlanjut di kawasan," ujarnya.

Dia menyatakan bahwa serangan yang dilakukan itu sekarang sudah menyebabkan ketidakpercayaan negara-negara kawasan terhadap Iran. Faisal menekankan serangan dari Iran tidak akan membawa hasil bagi negara Persia tersebut.

"Iran dalam kesempatan ini sengaja untuk mengesampingkan ataupun berusaha untuk lepas dari tanggung jawab yang telah mereka lakukan terhadap negara-negara ini," tutur Faisal.

Di sisi lain, Arab Saudi menyambut baik dukungan komunitas internasional, termasuk resolusi PBB nomor 2817 yang disetujui hampir 163 negara anggota dewan PBB.

Dubes Faisal juga menyinggung resolusi Dewan Hak Asasi Manusia di Jenewa yang menyoroti pelanggaran terhadap hak asasi manusia akibat serangan Iran.

"Resolusi ini juga menyebutkan bahwa mengecam keras tindakan dilakukan Iran terhadap tempat-tempat vital, infrastruktur, dan juga pelabuhan udara dan juga tempat-tempat vital lainnya," ujar Faisal.

"Dalam resolusi itu juga disampaikan bahwa tindakan ini diarahkan kepada negara-negara memang yang benar-benar tidak terkait dengan perang ini dan tentu sangat bertolak belakang dengan prinsip-prinsip yang berlaku," sambungnya.

Faisal menekankan perlunya menjaga stabilitas perairan laut sesuai konvensi internasional, menolak keras aksi Iran terhadap kapal-kapal yang berlayar di Teluk dan Selat Hormuz. Dia berbicara dampaknya terhadap ekonomi global, keamanan energi, dan kebutuhan pangan dunia.

"Kita menolak keras dan mengutuk secara keras tindakan-tindakan Iran yang mengarah kepada kapal-kapal yang berlayar di kawasan teluk, terutama yang berlayar di kawasan teluk ataupun Selat Hormuz. Dampaknya tentu sangat jelas sekali yaitu dampak baik itu secara berkaitan dengan keamanan ataupun juga terhadap ekonomi global secara umum," terang Faisal.

Arab Saudi, ucap Dubes Faisal, tetap mengedepankan solusi diplomatik. Namun siap mempertahankan kedaulatan dan keamanan negaranya.

"Maka dalam kesempatan ini kami ingin menegaskan juga bahwa Kerajaan Arab Saudi tidak akan segan-segan untuk tetap mempertahankan teritorinya dan kedaulatannya, dan juga menjaga keamanan warga negaranya, juga ekspatriat atau warga negara asing yang ada di dalamnya, sesuai dengan hukum internasional dan dengan mengedepankan solusi-solusi diplomatik tentunya," pungkasnya.

Simak juga Video 'Menlu Iran Sindir AS Minta Bantuan Sekutu untuk Buka Selat Hormuz':

(ond/ygs)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |