Jakarta -
Sekitar 500 petani tebu yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) menggelar unjuk rasa di Silang Selatan Monas, Jakarta Pusat. Massa menuntut kesejahteraan petani tebu.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold EP Hutagalung menyebut ada beberapa tuntutan yang massa layangkan dalam surat pemberitahuan. Para petani tebu itu meminta harga pembelian pemerintah (HPP) gula petani dinaikkan menjadi Rp 16.875 per kilogram.
Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) menggelar unjuk rasa di Silang Selatan Monas, Jakarta Pusat. (Foto: dok. Istimewa)
Massa juga meminta HET gula dihapus, rendemen tebu minimal 8 persen, serta menghentikan impor gula konsumsi. Sebanyak 524 personel dikerahkan untuk melakukan pengamanan dan pelayanan aksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat. Tugas kami adalah memberikan pelayanan dan pengamanan agar aspirasi dapat disampaikan dengan aman, tertib, dan damai," kata Reynold dalam keterangannya, Selasa (1/9/2026).
Hingga kini, kegiatan unjuk rasa masih berlangsung dan situasi di Silang Selatan Monas terpantau kondusif. Menurut Reynold, pihaknya mengedepankan pendekatan humanis dalam mengamankan aksi.
"Kami mengajak seluruh peserta aksi untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif. Sampaikan aspirasi dengan tertib dan damai, sehingga kegiatan dapat berjalan lancar," ucapnya.
Polisi Bagikan Makanan
Dalam pengamanan demo, personel Polwan Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Pusat juga membagikan roti dan air mineral kepada peserta aksi. Hal itu merupakan bentuk pelayanan dan kepedulian Polri kepada masyarakat yang menyampaikan aspirasinya.
"Polri hadir tidak hanya untuk mengamankan kegiatan, tetapi juga memberikan pelayanan dan kepedulian kepada masyarakat. Kami ingin memastikan peserta aksi dapat menyampaikan aspirasi dengan aman, nyaman, dan tertib," ujar Reynold.
Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) menggelar aksi unjuk rasa di Silang Selatan Monas, Jakarta Pusat. (Foto: dok. Istimewa)
Dia menegaskan polisi menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Dia juga mengingatkan agar aksi berlangsung damai dan tidak mengganggu ketertiban umum.
"Kami menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat. Mari bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif, tertib, dan damai. Sampaikan aspirasi dengan cara yang baik tanpa melakukan tindakan anarkis," imbuhnya.
Simak juga Video 'Pramono Bantah CCTV DKI Dimatikan Saat Demo':
(wnv/fas)


















































