Jakarta -
Lebaran Betawi menjadi salah satu perhelatan budaya tahunan yang selalu dinantikan masyarakat Jakarta setelah Idulfitri. Tradisi ini menghadirkan berbagai pertunjukan budaya, kuliner khas, hingga ajang silaturahmi yang terbuka untuk masyarakat luas.
Perayaan Lebaran Betawi 2026 kembali digelar dengan tema yang menegaskan semangat persatuan dan pelestarian budaya Betawi. Lantas, bagaimana sejarah Lebaran Betawi, sejak kapan pertama kali tradisi ini digelar, dan apa tema perayaan tahun ini? Berikut penjelasannya.
Awal Mula Lebaran Betawi Sejak 2008
Dilansir laman Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, perayaan Lebaran Betawi bermula dari gagasan Wakil Ketua Umum Badan Musyawarah (Bamus) Masyarakat Betawi periode 2008-2012, Amarullah Asbah. Kegiatan ini dirancang sebagai sarana silaturahmi masyarakat Betawi di Jakarta setelah Idulfitri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seiring perkembangannya, Lebaran Betawi berkembang menjadi perayaan budaya yang melibatkan masyarakat luas. Awalnya acara ini hanya berlangsung satu hari, namun karena mendapat antusias yang tinggi, durasinya diperpanjang hingga tiga hari berturut-turut.
Dalam pelaksanaannya, Lebaran Betawi menghadirkan berbagai produk tradisi dan pentas budaya seperti seni tari, orkes Betawi, gambang kromong, lenong, hingga silat. Selain itu, terdapat bazar kuliner khas Betawi serta pernak-pernik tradisional yang menjadi daya tarik bagi pengunjung.
Lebaran Betawi menjadi tradisi tahunan yang berfungsi sebagai ajang silaturahmi masyarakat di ibu kota. Perhelatan ini tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat Betawi, tetapi juga terbuka bagi seluruh warga, baik dari Jakarta maupun luar daerah.
Tema Perayaan Lebaran Betawi 2026
Tahun ini, Lebaran Betawi 2026 digelar pada 10-12 April 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto, menyebut Lebaran Betawi menjadi momentum mempererat silaturahmi masyarakat Jakarta setelah Idulfitri sekaligus melestarikan budaya Betawi.
Uus menjelaskan Lebaran Betawi yang telah digelar sejak 2008 kini memasuki penyelenggaraan ke-18 dan terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya Betawi serta penguatan identitas Jakarta sebagai kota global yang berakar pada kearifan lokal.
Perayaan tahun ini mengusung tema "Lebaran Betawi untuk Jakarta: Memperkokoh Persatuan dalam Merawat Tradisi Menuju Jakarta Kota Global". Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemprov DKI Jakarta bersama Bamus Betawi, Majelis Kaum Betawi, dan berbagai pemangku kepentingan sebagai bentuk kolaborasi pelestarian budaya.
Selama tiga hari pelaksanaan, masyarakat dapat mengikuti berbagai rangkaian kegiatan mulai dari malam syukuran, atraksi budaya seperti ondel-ondel, tanjidor, gambang kromong, lenong, hingga senam bersama, karnaval budaya, dan bazar kuliner Betawi. Pemilihan Lapangan Banteng sebagai lokasi kegiatan juga mempertimbangkan nilai sejarah dan ketersediaan ruang publik yang memadai untuk perhelatan budaya berskala besar.
Lebaran Betawi 2026 diharapkan menjadi ruang perjumpaan bagi masyarakat untuk mempererat kebersamaan sekaligus menjaga tradisi budaya Betawi agar tetap hidup di tengah perkembangan Jakarta sebagai kota global.
(wia/imk)

















































