Pram Minta Cari Pembuat-Pengunggah Foto AI ke JAKI: Tak Bisa Salahkan PPSU

4 hours ago 3

Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, terkait dengan penggunaan foto hasil rekayasa artificial intelligence (AI) dalam laporan penertiban parkir liar di aplikasi Jakarta Kini (JAKI), PPSU tak bisa sepenuhnya disalahkan. Ia menegaskan telah meminta Inspektorat DKI mendalami kasus tersebut secara menyeluruh.

"Inspektorat sedang melakukan pendalaman baik kepada Lurah di Kalisari, kemudian PPSU-nya, kemudian Sudin-nya. Semuanya nanti pada saatnya pasti akan ketahuan," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Pramono menilai tidak tepat jika kesalahan langsung dibebankan kepada petugas PPSU. Sebab, mereka dinilai bukan pihak yang membuat maupun memanipulasi foto tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau kemudian menyalahkan PPSU juga nggak bisa. PPSU-nya pasti bukan orang yang melakukan atau memanipulasi AI-nya," ujarnya.

Ia menegaskan fokus utama investigasi adalah mengungkap siapa yang membuat gambar AI tersebut dan siapa yang mengunggahnya ke sistem.

"Yang saya minta untuk didalami itu dicari siapa yang melakukan AI-nya, kemudian siapa yang meng-upload-nya," tegasnya.

Sebelumnya, Lurah Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Siti Nurhasanah, angkat bicara dan menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut.

Ia memastikan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang mengunggah foto itu sudah dijatuhi sanksi berupa surat peringatan pertama (SP1).

"Kami memohon maaf sebesar-besarnya atas kejadian ini. Ini menjadi pembelajaran bagi kami agar ke depan tidak terulang. Petugas yang bersangkutan telah diberikan SP1 dan membuat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya," kata Siti dalam keterangan, Senin (6/4).

Siti menjelaskan petugas PPSU tersebut menindaklanjuti laporan masyarakat terkait parkir liar yang masuk melalui aplikasi JAKI. Namun, dalam prosesnya, yang bersangkutan justru mengunggah foto hasil rekayasa seolah-olah lokasi telah ditertibkan dan bebas dari parkir liar.

"Tindakan ini kemudian viral di media sosial. Saya sudah minta nantinya saat ada permasalahan atau kendala di lapangan untuk segera melapor agar bisa dicarikan solusi," terangnya.

(bel/idn)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |