Ketua MPR Minta Ponpes Evaluasi Sistem untuk Hapus Kasus Kekerasan

7 hours ago 3

Jakarta -

Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyoroti masih adanya kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan pondok pesantren (ponpes). Menurutnya, ponpes perlu terus berinovasi dan melakukan evaluasi untuk perbaikan sistem pendidikan.

Hal itu disampaikan Muzani saat menghadiri acara Global Islamic Holistic Education (GIES), Sabtu (5/9/2026). Dia menilai tantangan yang dihadapi dunia pesantren terus berkembang sehingga diperlukan upaya perbaikan secara berkelanjutan.

"Tantangan di dunia pondok pesantren juga berkembang sesuai dengan tuntutan zamannya. Karena itu, ikhtiar yang harus dilakukan adalah terus melakukan inovasi dan perbaikan diri," kata Muzani.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, pentingnya pendidikan holistik dalam membentuk sumber daya manusia. Menurutnya, pendidikan holistik tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu, tetapi juga pembentukan karakter manusia.

Dia menilai model pendidikan holistik yang selama ini dikembangkan di pesantren dapat menjadi salah satu model bagi pengembangan sumber daya manusia (SDM) di masa depan.

"Saya kira forum ini adalah forum upaya untuk mencari bentuk bagaimana pendidikan holistik yang selama ini dikembangkan di pondok pesantren bisa menjadi sebuah model tentang pengembangan sumber daya manusia pada masa yang akan datang," ujarnya.

Muzani mengatakan konsep tersebut dapat diterapkan tidak hanya di pesantren, tetapi juga menjadi inspirasi bagi berbagai lembaga pendidikan lainnya.

Selain membentuk SDM, pendidikan holistik juga dinilai dapat menjadi sarana membangun karakter. Muzani bahkan menyebut konsep pendidikan yang berkembang di pesantren sebagai kekhasan Indonesia yang dapat ditawarkan kepada dunia.

"Ini juga menjadi sebuah ajang bagaimana pembentukan karakter manusia bisa dibentuk melalui sebuah pendidikan holistik," tuturnya.

"Dan yang ketiga, bagaimana pendidikan holistik yang ditawarkan dan yang sudah dikembangkan di pondok-pondok pesantren bisa menjadi sebuah model bagi pengembangan peradaban pada masa-masa yang akan datang. Ini adalah sebuah khas Indonesia yang bisa ditawarkan bagi peradaban pengembangan peradaban dunia pada masa yang akan datang," sambungnya.

Dia pun menegaskan dukungannya terhadap upaya pengembangan pendidikan holistik di pesantren. Menurutnya, tradisi pendidikan pesantren telah diwariskan oleh para ulama dan kiai dengan mengedepankan nilai keindonesiaan, tradisi, serta keunikan lokal.

"Itu adalah sebuah ikhtiar yang sangat penting yang harus kita support, yang harus kita dukung," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Muzani juga berpesan kepada para santri agar tidak berhenti belajar. Dia meminta santri terus membaca, bertanya, mendengar, dan berdiskusi untuk menguji pengetahuan dan menjaga tradisi keilmuan.

"Saya kira santri harus terus belajar, mendengar, membaca, bertanya, dan teruslah berdiskusi karena itu adalah sebuah cara untuk menguji tentang kebenaran, sehingga tradisi keilmuan akan terus diuji dengan baik," imbuhnya.

Tonton juga video "Ponpes Manbaul Hikam Buka Suara Usai Ratusan Santri Keracunan MBG"

(bel/jbr)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |