Jajaran BULOG Seluruh RI Turun ke Pasar, Pastikan Stok & Harga Beras Aman

4 hours ago 5

Jakarta -

Perum BULOG mengerahkan jajarannya di seluruh Indonesia untuk turun langsung ke pasar secara serentak. Langkah ini dilakukan guna memastikan ketersediaan pasokan dan menjaga harga beras serta kebutuhan pokok tetap terkendali.

Melalui Gerakan Pangan Murah dan Operasi Pasar, BULOG memantau kondisi pasar secara langsung agar potensi kenaikan harga maupun gangguan pasokan dapat segera diantisipasi.

Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan pengawasan langsung ke pasar menjadi bagian penting dari langkah antisipatif BULOG dalam menjaga stabilitas pangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami mengantisipasi bukan hanya pengaduan, tetapi kami mengantisipasi akan kenaikan inflasi. Itu yang paling utama. Karena penugasan BULOG yang paling utama adalah menjaga stabilisasi harga," tegas Ahmad Rizal dalam keterangannya, Sabtu (5/9/2026).

Kegiatan operasi pasar serentak diawali dengan koordinasi nasional melalui video conference (Zoom). Kegiatan ini dipimpin langsung Ahmad Rizal bersama Direktur Ketersediaan Pangan Maino Dwi Hartono serta seluruh pemimpin wilayah dan pemimpin cabang BULOG.

Dari pasar di wilayah masing-masing, jajaran BULOG mengikuti koordinasi sekaligus melaksanakan monitoring dan operasi pasar serentak untuk mengecek harga, ketersediaan komoditas, kelancaran distribusi, serta memastikan intervensi pangan berjalan efektif.

Ahmad Rizal bersama Direktur Operasi Perum BULOG Andi Afdal dan Direktur Pemasaran Perum BULOG Rahmanto Amin Jatmiko melakukan monitoring dan inspeksi langsung di Pasar Jatinegara dan Pasar Rawamangun.

Dalam kunjungan ini, jajaran BULOG juga berdialog dengan pedagang sekaligus mengecek harga dan ketersediaan beras di pasar untuk memastikan distribusi beras SPHP berjalan dengan baik.

BULOG juga mendorong penguatan pasokan beras premium serta komoditas pangan lainnya agar kebutuhan masyarakat tetap tersedia dengan harga yang wajar dan terjangkau.

Monitoring serentak dilakukan sebagai langkah preventif untuk merespons dinamika harga pangan secara cepat. Dalam pelaksanaannya, BULOG berkolaborasi dengan Satgas Pangan, TNI, Polri, pemerintah daerah, pengelola pasar, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Sinergi tersebut memungkinkan pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari ketersediaan stok, distribusi hingga harga di tingkat konsumen, sehingga apabila ditemukan indikasi kenaikan harga yang tidak wajar dapat segera dilakukan langkah korektif di lapangan.

Jamin Ketersediaan Beras Lewat Penguatan Cadangan Nasional

Kegiatan monitoring pasar turut didukung oleh kuatnya stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola BULOG. Per 5 September 2026, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tercatat sekitar 4,9 juta ton yang tersebar di jaringan pergudangan BULOG di seluruh Indonesia.

Sementara itu, penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sepanjang 2026 hingga 5 September telah mencapai sekitar 756 ribu ton. Dengan stok yang memadai dan penyaluran yang terus berjalan, BULOG memiliki ruang untuk melakukan intervensi pasar guna menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga beras.

Untuk memperkuat pasokan di pasar, BULOG juga berkoordinasi dengan jaringan ritel modern di seluruh Indonesia. Sebanyak 110.000 ton beras disiapkan untuk digelontorkan dalam satu bulan, terdiri dari 75.000 ton beras premium dan 35.000 ton beras medium.

Pasokan tersebut akan disalurkan secara bertahap melalui jaringan ritel modern maupun pasar-pasar yang menjadi titik pemantauan harga pangan. Dengan begitu, masyarakat memiliki akses yang lebih luas terhadap beras dengan harga yang kompetitif.

BULOG juga akan menggunakan hasil pemantauan langsung di lapangan sebagai dasar menentukan langkah intervensi. Bersama Satgas Pangan dan pemerintah daerah, BULOG memastikan pasokan tetap lancar dan harga beras tidak bergerak di luar kewajaran.

Melalui penguatan stok, percepatan penyaluran SPHP, penambahan pasokan beras premium, operasi pasar, dan pemantauan langsung, BULOG bersama Bapanas terus mengoptimalkan berbagai instrumen untuk menjaga stabilitas pangan nasional.

Kolaborasi dengan pemerintah, aparat, pelaku pasar, ritel modern, dan pemangku kepentingan lainnya juga terus diperkuat agar pangan tersedia merata dengan harga yang wajar dan terjangkau.

(anl/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |