Jakarta -
Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) saat ini tengah melandai. Meskipun begitu, gempa vulkanik terekam terjadi sembilan kali dalam kurun waktu dua jam siang tadi.
"Per hari ini kita mencatat dari pukul 12.00-14.42 WIB, ada tujuh kali vulkanik dangkal, kemudian sembilan kali vulkanik dalam dan tujuh kali hybrid," kata Ketua Tim Tanggap Darurat Gunung Anak Krakatau, M Nugraha Kartadinata, di Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten, Senin (7/9/2026).
"Artinya bahwa suplai ke arah dapur magma masih terjadi dan kemudian dilepaskan ke atas, tetapi tidak seintensif dua hari yang lalu," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nugraha menyebut saat ini aktivasi Gunung Anak Krakatau terbilang landai dibandingkan dengan sebelumnya. Meskipun begitu, ia meminta masyarakat agar tetap waspada.
"Lebih melandai, tetapi jangan terlalu gembira, kita masih terus memonitoring karena kita masih mencatat adanya gempa vulkanik dalam yang artinya ada suplai ke dalam dapur magma di bawah tubuh anak Krakatau," ucapnya.
Dia menjelaskan perihal sebaran abu vulkanik imbas terjadinya erupsi yang tidak merata. Menurutnya, hal itu terjadi karena tekanan angin di atmosfer berbeda-beda.
"Kalau di atmosfer namanya arah dan kecepatan angin berbeda tiap ketinggian, mangkanya tidak merata," ujarnya.
Nugraha mengatakan erupsi Gunung Anak Krakatau terakhir terjadi pada Minggu (6/9) sekitar pukul 20.23 WIB. Erupsi itu berlangsung dengan skala lebih kecil dibandingkan erupsi sebelumnya.
"Kalau yang pertama terus-menerus dia mengeluarkan larva yang disebut larva fountain. Nah kalau sekarang itu erupsi menerus, tetapi dalam skala yang jauh lebih kecil," katanya.
Dia pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada serta memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui situs resmi. Dia juga meminta masyarakat tak mendekati area Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer.
"Harap memakai masker karena abu vulkanik halus sekali kadang-kadang terlihat seperti pecahan kaca itu sangat tajam. Terakhir tidak boleh melakukan aktivitas di radius tiga kilometer dari area Gunung Anak Krakatau," pungkasnya.
(fas/fas)















































