Golkar Nilai Gestur AHY Siap Maju Pilpres, Gerindra: Pemilu Masih Lama

4 hours ago 1
Jakarta -

Juru Bicara (Jubir) Gerindra, Sugiat Santoso, merespons pernyataan Waketum Golkar Ahmad Doli Kurnia yang menilai gestur Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) seperti memberi sinyal siap maju kontestasi pilpres. Sugiat menyebutkan pembahasan pemilu masih lama.

"Ya, yang dibutuhkan oleh bangsa saat ini adalah kesolidan seluruh elemen bangsa. Baik yang berada di pemerintahan maupun yang di luar pemerintahan untuk bersama-sama bekerja mencari solusi terhadap semua persoalan-persoalan rakyat. Nah, apalagi kan Demokrat, Mas AHY adalah bagian dari pemerintahan," kata Sugiat kepada wartawan, Senin (7/9/2026).

Sugiat berharap semua pihak berfokus menuntaskan kerja-kerja yang telah diamanatkan oleh rakyat. Ia menyebutkan banyak persoalan rakyat yang mesti dituntaskan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya, saya berharap setiap kita fokus saja menuntaskan kerja-kerja kita yang diamanahkan kepada kita, baik di legislatif maupun di eksekutif. Kalau terkait dengan pemilu kan masih lama kan. Sementara banyak persoalan kerakyatan yang membutuhkan solusi dari kita bersama, kan gitu," ungkapnya.

Ia mengatakan yang terpenting saat ini adalah fokus bersama pemerintah untuk meneruskan persoalan kerakyatan. Wakil Ketua Komisi XIII DPR ini mengatakan di kalangan internal Gerindra belum ada pembahasan soal pemilu yang akan datang.

"Fokus bersama pemerintahan Pak Prabowo untuk menuntaskan persoalan-persoalan kerakyatan. Kalau memang ada temuan data fakta-fakta di lapangan terkait dengan kondisi rakyat, mari kita sama-sama mencari solusinya supaya itu bisa tuntas, kan begitu," ujar Sugiat.

"Kalau pemilu kan masih lama, Pak Prabowo sendiri kan di internal Gerindra tidak pernah membahas apa pun terkait dengan pemilu. Kami masih fokus mengawal program-program strategis Pak Prabowo supaya bisa tereksekusi dan bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat," tambahnya.

Pernyataan Doli

Waketum Golkar Ahmad Doli Kurnia sebelumnya menanggapi pernyataan AHY terkait kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya. Doli sempat menyoroti gestur AHY dalam pidato politiknya saat acara HUT Demokrat tersebut.

"Secara substansi, apa yang disampaikan oleh AHY, saya setuju sepenuhnya. Tentang pertumbuhan demokrasi yang harus terus dijaga, tanggung jawab seluruh institusi negara, tugas utama pemerintah dan hak serta kewajiban warga negara," kata Doli kepada wartawan.

Kendati demikian, Doli menyoroti posisi AHY yang berada di koalisi pemerintah. Ia memandang AHY seolah memberi sinyal kuat menjadi pesaing di pilpres mendatang.

"Namun, dilihat dari cari penyampaian, gestur, dan standing position-nya, AHY seperti memberi sinyal kuat bahwa beliau siap menjadi salah seorang contender dalam pilpres mendatang," ujar Doli.

"Padahal, kita semua saat ini, sebagai sebuah bangsa, sedang menghadapi tantangan yang luar biasa. Situasi yang dihadapi masyarakat juga tidak mudah. Dan AHY posisinya saat ini adalah bagian dari pemerintah yang seharusnya ikut bertanggung jawab atas situasi apa pun yang dihadapi," tambahnya.

Ia menekankan kesulitan yang dihadapi masyarakat saat ini merupakan tanggung jawab semua pihak. Doli menyinggung beberapa pihak yang sudah menyiapkan kuda-kuda untuk perhelatan Pilpres 2029.

"Kesulitan yang dihadapi rakyat adalah tanggung jawab kita semua. Pemerintah, DPR, dan juga partai politik adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Fenomena seperti itu semakin menguatkan bahwa ternyata 'magnet' Pilpres 2029 tak bisa terhindarkan lagi dan semakin terbuka. Sepertinya beberapa kekuatan sudah mulai pasang kuda-kuda," ungkap dia.

Ia menyinggung soal pihak yang menunjukkan poros politik menjelang Pemilu 2029, seperti Ketum Projo Budi Arie. Doli lantas berbicara terkait poros 'Cikeas' yang mulai dibangun saat ini.

"Bila beberapa waktu lalu, Budi Arie, yang mewakili satu 'poros politik' (Solo), sudah terang benderang menyatakan kesiapannya, sekarang kita menyaksikan satu lagi 'poros politik' (Cikeas) ikut memberikan sinyal yang kuat. Padahal kedua poros ini sedang bersama-sama berada 'satu kapal' di dalam pemerintahan," kata dia.

Wakil Ketua Baleg DPR RI ini mengatakan Golkar menghormati langkah politik yang diambil partai lain. Menurutnya, itu adalah hak otoritas masing-masing partai.

"Memang menjadi agak unik, bila dalam waktu dekat, salah satu 'poros politik' penting lain (Teuku Umar), tidak kunjung menyatakan siap bertarung pada Pilpres 2029. Buat kami, Partai Golkar, tentu kami menghormati apa yang menjadi agenda, sikap, keputusan, dan langkah setiap partai politik," kata dia.

"Itu adalah kedaulatan dan otoritas masing-masing partai politik. Kami saat ini, hingga 2029, tetap fokus untuk membantu mensukseskan seluruh program pemerintahan Prabowo-Gibran, membantu sekuat tenaga agar rakyat bisa segera keluar dari masalah yang dihadapi," imbuhnya.

(dwr/fca)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |