Melihat Pemakaman Tempat Muda-Mudi Ziarah di Kelurahan Jurumudi Tangerang

1 day ago 10

Tangerang -

Salah satu makam keramat di Kelurahan Jurumudi, Kota Tangerang, masih didatangi peziarah dari berbagai daerah. Makam tersebut dulu kerap menjadi tujuan ziarah anak-anak muda.

Kegiatan ziarah yang dilakukan muda-mudi pada saat itu berpengaruh terhadap penamaan wilayah tersebut. Nama Kelurahan Jurumudi, selain diambil dari pekerjaan yang banyak dilakoni masyarakat sebagai pengemudi, juga diambil dari kegiatan ziarah muda-mudi kala itu.

Pantauan detikcom Jumat (4/9/2026) siang, makam keramat yang terletak di RW 05 Kelurahan Jurumudi, Kecamatan Benda, Kota Tangerang itu tampak sepi. Terlihat ada satu bangunan berwarna hijau dengan tiga makam di dalamnya tanpa nama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di luar bangunan tersebut terdapat belasan makam. Suasana tampak sepi, tidak ada orang yang berziarah.

Pemakaman di Kelurahan Jurumudi, Kota Tangerang. (Kadek/detikcom)Pemakaman di Kelurahan Jurumudi, Kota Tangerang. (Kadek/detikcom)

Salah seorang warga yang rumahnya berada dekat pemakaman tersebut, Edi, mengatakan di dalam bangunan berwarna hijau itu terdapat makam Datho. Dia mengaku tak mengenal siapa sosok Datho.

"Makam Pak Dhato itu, dulu kata orang tua dulu, di sini nggak ada yang kenal orangnya dari mana, siapa gitu, nggak kenal. Tahu-tahu ada kuburan di situ," kata Edi saat ditemui di lokasi.

Edi menuturkan, dalam waktu tertentu, kerap ada yang berziarah ke sana. Makam tersebut juga ada yang mengurus.

"Itu yang ziarah itu kebanyakan orang luar. Tapi suka ada yang nyapuin hari Jumat gini nih orang sana orang sudin tenda, nah itu yang suka nyapuin dalemnya," ujarnya.

Berdasarkan cerita yang didapat Edi dari orang tuanya, Datho merupakan tuan tanah.

"Itu sih katanya tuan tanah. Paling orang terkayalah. Nggak tahu orang dari mana dari mana, kuburannya di sini. Dulu yang ngurusin Haji Romli, Haji Romli itu dia juga nggak kenal (Datho)," jelasnya.

Dia menuturkan saat ini kebanyakan yang berziarah adalah orang tua. Para peziarah datang dari berbagai wilayah.

"Anak muda mah nggak ada, yang ada orang luar kebanyakan. Orang tua, tahlilan kalau malem. Saya inget itu tiga kali tahlilan jam 1 malem. Dari Koang, dari Maja. Motornya di sini nih, saya tanya, 'Bapak dari mana? dari Maja'. Dulu pernah ada orang Bandung bawa mobil, saya tanya orang Bandung katanya," ucapnya.

Meski demikian, beberapa kali dia pernah melihat ada anak muda yang datang untuk tahlilan. Dia menyebut kebanyakan peziarah berasal dari luar Jurumudi.

"Emang pernah ada sih anak muda tahlilan jam 5 sore, cuma saya nggak kenal itu. Anak dari luar kebanyakan. Dulu tukang sate ada juga yang ziarah sampai empat kali," imbuhnya.

Sebagai informasi, Kelurahan Jurumudi di Kota Tangerang memiliki kisah unik di baliknya. Nama Jurumudi bukan diambil dari sosok tokoh ataupun ulama wilayah setempat. Jurumudi ternyata berkaitan dengan kegiatan ziarah hingga pekerjaan yang dulu banyak dilakoni masyarakat di wilayah tersebut, yakni sebagai pengemudi alias sopir.

Staf Tata Pemerintahan Kelurahan Jurumudi, Marsudin, menceritakan asal-usul di balik nama Kelurahan Jurumudi. Dia mengatakan awalnya Jurumudi bernama Jaramudi karena banyak muda-mudi yang kerap berziarah di makam wilayah tersebut.

"Jadi begini, sebenernya itu dulu bukan Jurumudi, awalnya itu disebut Jaramudi, karena di situ ada suatu makam yang dikunjungi oleh para muda-mudi, di RW 05 tuh makamnya. Jadi disebutnya Jaramudi, karena ada tempat ziarah di situ ada makam, ada tempat ziarah, ada muda-mudi," kata Marsudin saat ditemui di Kantor Kelurahan Jurumudi, Benda, Kota Tangerang, Jumat (4/9/2026).

Seiring berjalannya waktu, banyak aktivitas galian pasir di sana. Saat itu, mayoritas masyarakat bekerja sebagai sopir galian pasir dan juga angkot.

"Untuk selanjutnya, lama kelamaan ada banyak galian pasir, galian pasir dan para mobil-mobil, ada mobil truk ada mobil Isuzu juga. Jadi berubahlah tuh nama menjadi Jurumudi pada tahun... kurang tahu dah tahunnya, kebetulan orang tua saya, engkong saya, di situ juga di Jurumudi, jadi saya suka tanya-tanya ceritanya seperti itu," ujarnya.

Nama Jaramudi pun berubah menjadi Jurumudi lantaran mayoritas masyarakat bekerja sebagai sopir.

"Berubah jadi Jurumudi karena banyak sopir dan banyak galian pasir di situ galian pasir untuk diangkut dijual sama mobil truk, banyak mobil Isuzu juga, jadi berubahlah disebutnya Jurumudi," ucapnya.

Jurumudi resmi menjadi kelurahan dengan terbitnya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 16 Tahun 2000. Kelurahan Jurumudi berada di Kecamatan Benda sesudah dipecah dari Kecamatan Batuceper.

(dek/idn)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |