Warga Dengar 2 Kali Ledakan Saat Gedung Bapenda DKI Terbakar

9 hours ago 3

Jakarta -

Kebakaran melanda Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta, Jakarta Pusat, pada Jumat malam. Warga di sekitar lokasi mengaku sempat mendengar suara ledakan sebanyak dua kali saat kebakaran terjadi.

Salah seorang warga, Atik (40), mengatakan dirinya baru pulang berjualan ketika mendengar suara ledakan. Dia mengaku kaget dan panik karena tidak mengetahui sumber suara tersebut.

"Itu malam-malam saya baru pulang jualan kan. Terus langsung dengar ledakan. Apaan tuh. Kita kaget, panik juga ya. Meledak lagi," kata Atik saat ditemui di sekitar lokasi, Sabtu (8/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Atik mengatakan suara ledakan kembali terdengar untuk kedua kalinya. Kondisi tersebut membuat warga sekitar segera bersiap menyelamatkan diri.

"Iya, dengar meledak dua kali," ujarnya.

Menurut Atik, warga di sejumlah kontrakan sekitar lokasi juga langsung dibangunkan dan diminta keluar. Pemilik kontrakan mengingatkan warga agar segera menyelamatkan diri.

"Banyak, semuanya. Emang kan yang punya kontrakan kasih tahu, kasih tahu begitu ya, 'Cepat, cepat keluar'. Langsung semua kontrakan dari atas ke bawah dibangunin semua," tuturnya.

Atik mengaku sangat takut api merembet ke permukiman. Terlebih, dia menyebut pernah terjadi kebakaran di sekitar kawasan tersebut sebelumnya.

"Seram... Takut banget saya mah. Soalnya kan ini pernah kejadian, seram banget ya," katanya.

Dia menyebut petugas pemadam kebakaran (Damkar) dengan cepat berdatangan ke lokasi. Saat dirinya keluar rumah, menurut Atik, sudah ada beberapa unit Damkar di lokasi dan jumlahnya terus bertambah.

"Iya, langsung banyak kan pas saya keluar udah ada kok Damkarnya. Udah ada, antara dua atau tiga gitu ya kan. Lama-lama berdatangan," ujarnya.

Atik bersama keluarganya kemudian bertahan di luar rumah hingga kondisi dinilai cukup aman. Dia mengatakan warga baru mulai masuk kembali sekitar pukul 03.00 WIB.

"Yang bener-bener aman sih jam setengah tiga, jam tigaan lah," ucapnya.

Selama proses evakuasi, Atik mengatakan dirinya hanya memikirkan keselamatan keluarga. Dia bersama anak-anaknya membawa pakaian serta sejumlah berkas penting.

"Iya, bawa dua gembolan sama berkas-berkas... Berkas-berkas aja, udah itu aja. Yang penting baju, identitas," katanya.

Dia bersyukur tidak ada barang penting miliknya yang hilang setelah kembali ke rumah. "Untungnya... balik enggak ada yang hilang," lanjutnya.

Atik juga mengaku melihat petugas Damkar bekerja hingga kelelahan dalam menangani kebakaran tersebut. "Iya, bener-bener lelah," kata Atik.

(bel/lir)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |