Pegawai Bank Emok Dipaksa Onani karena Dikira Mau Rebut Nasabah Bos

11 hours ago 4

Tangerang -

Polisi mengungkap motif di balik pria inisial PG yang dianiaya dan dipaksa onani oleh rekan kerja dan bosnya di Panongan, Kabupaten Tangerang. Pelaku utama yang merupakan bos 'bank emok' curiga korban hendak merebut nasabah dan membuat bank keliling serupa dengannya

"Pelaku curiga korban akan membuka usaha yang sama, yaitu pemberi kredit pribadi dan mengambil nasabah kredit yang dimiliki pelaku," kata Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Hutapea, dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (8/8/2026).

Aksi kekerasan ini bermula saat korban mengajukan resign dari bank keliling tempatnya bekerja. Bosnya menaruh kecurigaan korban bermaksud resign untuk membuka bank keliling yang serupa dengannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kecurigaan ini muncul lantaran korban yang baru bekerja beberapa hari ini tiba-tiba mengajukan resign. Kecurigaan muncul lantaran korban dipercaya memegang puluhan nasabah.

"Para pelaku curiga bahwa korban berhenti kerja setelah baru beberapa hari kerja namun telah dipercaya pelaku memegang 90-an orang nasabah kredit miliknya di wilayah Kecamatan Sepatan," jelasnya.

5 Orang Jadi Tersangka

Dalam perkara ini, polisi telah mengamankan delapan orang. Lima di antaranya, termasuk bos bank emok ditetapkan sebagai tersangka, sementara tiga orang lainnya berstatus sebagai saksi.

"Tersangka lima orang yakni EDD (24), SD (21), ML (22), AD (31), dan DD (21)," kata Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Hutapea, dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (8/8/2026).

Dari kelima tersangka tersebut, salah satunya tersangka EDD, yang merupakan bos bank keliling.

"EDD merupakan pemilik usaha dan pemodal kredit," imbuhnya.

Kelima tersangka dijerat dengan Pasal 262 KUHP dan/atau Pasal 446 KUHP dan kekerasan seksual. Diketahui, korban tak hanya dianiaya, tetapi juga dipaksa melakukan masturbasi sambil direkam video oleh para tersangka.

"Para tersangka secara bersama-sama melakukan pemukulan kepada korban secara bergiliran dan menyuruh untuk melakukan onani sambi divideokan," imbuhnya.

(mea/zap)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |