Fadli Zon Ungkap Dampak Positif RI Anggota Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO

5 hours ago 5

Jakarta -

Indonesia terpilih sebagai anggota Komite Antarpemerintah untuk Warisan Budaya Takbenda (Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage) UNESCO periode 2026-2030. Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengungkap dampak signifikan Indonesia jadi anggota UNESCO. Apa itu?

Fadli Zon, dalam wawancara eksklusif Program Blak-blakan detikcom, dilihat, Senin (7/9/2026), mulanya bercerita pihaknya melakukan kampanye di markas besar UNESCO. Saat itu, katanya, dia mengundang semua perwakilan tetap UNESCO dari berbagai negara.

"Waktu itu kita kampanye, ya. Waktu saya kampanye di situ di markas besar UNESCO," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fadli Zon mengaku tak menyangka semua perwakilan dari berbagai negara hadir. Semua perwakilan dari negara itu pun, kata Fadli Zon, disuguhi kulineran Indonesia seperti sate dan mereka pun suka.

"Dan kita mengundang semua perwakilan tetap dari UNESCO dari berbagai negara, dan hadir. Ya, kita kasih kulineran Indonesia, lah, ya. Sate, mi, dan lain-lain dan mereka suka, akhirnya ini kita terpilih." katanya.

Kemudian, kata Fadli Zon, Indonesia terpilih menjadi anggota Komite Antarpemerintah untuk Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Fadli Zon mengatakan keikutsertaan Indonesia menjadi anggota di UNESCO mempunyai dampak signifikan karena bisa ikut mengarahkan.

"Tentu penting karena kita bisa ikut mengarahkan," ujarnya.

Seperti diketahui, Komite Warisan Budaya Takbenda merupakan badan eksklusif beranggotakan 24 negara dari total 185 negara pihak Konvensi 2003 UNESCO. Komite ini mengemban tugas strategis, antara lain mengevaluasi dan menetapkan pendaftaran warisan budaya tak benda ke dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO serta merumuskan panduan kebijakan pelestarian budaya global.

Indonesia terpilih melalui proses pemilihan yang berjalan ketat di Grup IV wilayah Asia-Pasifik. Dilihat di laman Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Kamis (18/6), keputusan ini ditetapkan dalam Sidang Majelis Umum ke-11 (11th General Assembly) Negara-Negara Pihak Konvensi 2003 (2003 Convention for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage) di Markas Besar UNESCO, Paris. Di mana, empat negara terpilih dari total enam kandidat yang bersaing.

Selain Indonesia, negara yang terpilih dari Grup IV adalah Jepang, Filipina, dan Kamboja. Kemlu menyebut terpilihnya Indonesia hasil dari diplomasi intensif delegasi RI di Paris maupun pusat.

"Kemenangan ini berkat lobi dan diplomasi yang intensif dari Delegasi Republik Indonesia baik di Paris maupun di Pusat dan seluruh Perwakilan terkait serta dukungan penuh dari berbagai negara sahabat. Kepercayaan dunia internasional ini menjadi bukti nyata atas komitmen nasional melestarikan budaya secara berkelanjutan," tulis Kemlu.

(whn/imk)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |