Jakarta -
Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap skenario perlawanan MR alias Bos Gendut, bandar narkoba di Kampung Bahari, Jakarta Utara. MR membeli senjata api secara ilegal hingga memanfaatkan anak-anak sebagai tameng untuk melakukan perlawanan.
"Para bandar besar di kampung bahari sudah mempersiapkan diri dengan membeli senjata-senjata secara ilegal untuk melawan petugas dan mengkondisikan perlawanan kepada aparat," kata Direktur Penindakan dan Pengejaran (Dirdakjar) BNN, Brigjen Roy Randy Siahaan, dalam keterangannya, Jumat (14/8/2026).
Roy Randy mengatakan senjata tersebut dipersiapkan jika sewaktu-waktu aparat melakukan operasi di Kampung Bahari. Mereka juga mengkondisikan anak-anak hingga para loyalisnya sebagai tameng untuk melawan aparat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika dilakukan operasi di Kampung Bahari dengan menggunakan anak-anak dan loyalis dengan petasan, kembang api dan melempar batu dari rel kereta api," imbuhnya.
Bandar besar yang dimaksud, selain Bos Gendut, adalah A alias L dan K. Keduanya saat ini masih diburu oleh BNN.
Petugas BNN dan polisi menggerebek bandar narkoba di Kampung Bahari, Jakut. Uang miliaran dan aset Rp 39 M disita.(dok BNN)
Bos Gendut Ditangkap Saat Sedot Lemak
Bos Gendut merupakan buron BNN atas kepemilikan 98 kilogram sabu yang diburu sejak 7 November 2025. Pria bernama Muhammad Ridwan itu ditangkap saat sedang melakukan operasi sedot lemak di sebuah klinik kecantikan di Mangga Besar, Jakarta Barat, pada Rabu (12/8) malam.
Penangkapan Bos Gendut kemudian berkembang hingga akhirnya BNN menggerebek Kampung Bahari, pada Kamis (13/8) pagi. Penggerebekan tersebut dilakukan untuk menggeledah rumah Bos Gendut.
"Jadi yang kemarin pagi itu adalah kegiatan penggeledahan rumah Bos Gendut karena berdasarkan keterangan Bos G di rumahnya masih ada narkoba jenis sabu 1 kilogram, ekstasi, vape, uang tunai, dan senjata Glock," ungkapnya.
BNN kemudian berkoordinasi dengan Polres Metro Jakarta Utara dan Brimob Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan di rumah Bos Gendut di Kampung Bahari. Selain rumah Bos Gendut, kediaman A dan K menjadi target operasi saat itu.
"Selain penggeledahan di rumah Bos Gendut, tim juga melakukan penggeledahan ke rumah bandar besar kampung bahari yaitu A alias L dan K. Berdasarkan informasinya mereka semua memiliki senjata api," lanjutnya.
Namun, penggerebekan tersebut mendapatkan perlawanan dari para loyalis. Mereka menyerang petugas dengan lemparan batu dan mercon.
Dalam penggerebekan tersebut, BNN menyita sejumlah senjata tajam, ganja Gorilla, dan barang bukti lainnya. Petugas juga menyita mobil mewah jenis BMW dan motor Vespa dari Bos Gendut.
Saksikan Live DetikSore:
(mea/imk)
















































