Relawan ABP: 121 Kebijakan Transformatif, Prabowo Tunjukkan Negara Hadir

5 hours ago 2

Jakarta -

Ketua Umum DPP Arus Bawah Prabowo (ABP) Michael F Umbas menilai pidato Presiden Prabowo Subianto bukan sekadar paparan pencapaian pemerintah, melainkan juga menunjukkan arah transformasi Indonesia yang diterjemahkan ke dalam kebijakan konkret. Menurutnya, tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh kebijakan transformatif itu sampai kepada masyarakat.

"Pidato Presiden Prabowo hari ini memperlihatkan bahwa pemerintah tidak ingin berhenti pada retorika. Ada keberanian mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan yang selama bertahun-tahun dianggap sulit, dan yang paling penting, keberpihakan kepada rakyat," ujar Umbas kepada wartawan, Jumat (14/8/2026).

Umbas menilai pesan Prabowo soal implementasi kebijakan transformatif itu penting karena menurutnya pemerintahan Prabowo memasuki fase ketika berbagai kebijakan harus makin terasa dampaknya di akar rumput.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ukuran keberhasilan bukan hanya berapa banyak kebijakan yang dibuat, tetapi seberapa besar manfaatnya dirasakan rakyat. Dan dampak positif itu mulai dirasakan. Karena itu, ABP akan terus mendukung sekaligus mengawal agar transformasi ini benar-benar sampai ke bawah," kata Umbas.

ABP juga menyoroti perhatian Prabowo terhadap pembangunan sumber daya manusia melalui Makan Bergizi Gratis (MBG), perbaikan sekolah, penguatan ketahanan pangan, serta berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.

Menurut Umbas, pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan tidak semata-mata diukur dari angka pertumbuhan ekonomi, tetapi dari kualitas kehidupan rakyat.

"Anak-anak yang sehat, mendapatkan makanan bergizi dan pendidikan yang layak adalah investasi terbesar bangsa. Transformasi tidak boleh hanya terlihat dalam statistik. Transformasi harus hadir di meja makan rakyat, di sekolah, di layanan kesehatan, dan dalam terbukanya kesempatan kerja," kata Umbas.

Karena itu, lanjut dia, keberpihakan kepada rakyat kecil harus terus menjadi benang merah kebijakan pemerintah, baik di bidang pangan, pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, maupun penciptaan lapangan kerja.

Umbas juga menilai keberanian pemerintah melakukan pembenahan BUMN sebagai bagian penting dari agenda transformasi ekonomi nasional. Menurut dia, restrukturisasi tersebut harus diarahkan untuk menciptakan BUMN yang lebih sehat, efisien, profesional, dan memberikan kontribusi lebih besar kepada negara.

"BUMN harus benar-benar menjadi kekuatan ekonomi nasional. Struktur yang terlalu gemuk jangan sampai justru membebani dan membuat negara tidak efisien. Keberanian melakukan restrukturisasi patut didukung sepanjang arahnya jelas: memperkuat tata kelola, meningkatkan daya saing dan memperbesar manfaat BUMN bagi negara dan rakyat," ujarnya.

ABP, lanjut Umbas, akan terus mengambil posisi sebagai bagian dari kekuatan masyarakat yang mendukung sekaligus mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran hingga ke tingkat akar rumput.

"Pidato hari ini adalah penegasan arah sekaligus kontrak moral untuk bekerja lebih keras. Presiden sudah menunjukkan arah, keberanian dan targetnya. Sekarang tugas seluruh elemen bangsa adalah bergotong royong memastikan transformasi itu benar-benar menghasilkan Indonesia yang lebih kuat, mandiri dan sejahtera. Negara harus hadir, dan rakyat harus merasakan kehadiran itu," pungkas Umbas.

Sebelumnya, Prabowo mengungkap telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan transformatif dalam kurun 21 bulan pemerintahan. Prabowo menyebut kebijakan-kebijakan itu untuk menyelesaikan permasalahan negara.

Mengawali pidato kenegaraan Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPD DPR RI 2026 di Kompleks Parlemen Senayan, Jumat (14/8/2026), Prabowo menyampaikan hari ini tepat 21 bulan dirinya menjabat presiden setelah mengucapkan sumpah jabatan. Dan hari ini pula, kata Prabowo, dirinya kembali ke DPR untuk menyampaikan hasil yang telah dikerjakan di pemerintahannya.

"Hari ini, 21 bulan sejak sumpah itu saya ucapkan, saya kembali ke hadapan majelis ini, saya kembali untuk menyampaikan apa yang telah kita kerjakan, apa yang mulai kita lihat hasil-hasilnya dan apa yang masih harus kita selesaikan," ujarnya.

Prabowo mengakui belum seluruhnya janji dapat ditunaikan. Akan tetapi, kata Prabowo, dalam kurang dari 2 tahun, pemerintahannya telah membuktikan permasalahan yang rumit bertahun-tahun bisa diselesaikan.

(idn/idn)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |