PSI Jelaskan Hubungan dengan JK Usai Ade Armando Mundur dari Partai

4 hours ago 11
Jakarta -

Ketua DPP PSI Bestari Barus merespons Jubir Wapres ke-10 dan 12 Jusuf Kalla, Husain Abdullah, yang berharap pengunduran diri Ade Armando menjadi pelajara untuk semua pihak. Bestari justru membahas hubungan baik PSI dan JK.

Bestari awalnya mengamini pernyataan Husain Abdullah. Ia meyakini tak ada tendensi apa-apa di balik pernyataan tersebut.

"Semuanya kita belajar, bahkan belajar itu dari buaian sampai ke liang lahat, kan begitu. Nah itu makna daripada yang dia sampaikan ya saya menangkapnya ya belajar bagi semua pihak itu menjadi pembelajaran apa pun yang sedang kita alami hari ini semua menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Saya kira itu, tidak ada yang tidak ada saya tidak melihat ada tendensi apa-apa," kata Bestari saat dihubungi, Kamis (7/5/2026).

Bestari juga menyebut PSI tidak lagi dalam posisi menjelaskan sikap Ade Armando yang menyinggung isu SARA. Ia mengatakan dampak itu juga tak bisa lagi ditarik ke PSI.

"PSI tidak lagi dalam posisi harus menjelaskan apa yang menjadi tanggung jawab orang perorangan gitu ya. Ya kalau setelah Bung Ade itu mengundurkan diri dari PSI sebagai anggota maupun kader, kan sudah ada pernyataan jelas bahwa beliau itu memahami dampak besar itu ditarik-tarik ke PSI," ucap dia.

"Lalu setelah mengatakan bahwa dia akan bertanggung jawab secara pribadi, mempertanggungjawabkan itu, nah jadi PSI tidak dalam posisi lagi
untuk menanggapi-nanggapi atau apa gitu lho," lanjutnya.

Selanjutnya, Bestari justru menyampaikan tak ada hubungan yang rusak antara PSI dan JK. Ia juga menyebut Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) juga sempat berpasangan dengan JK.

"PSI bahkan belum pernah bersentuhan secara langsung ya dengan Pak JK. Saya kira tidak ada hubungan yang rusak antara PSI dengan Pak JK. Ketua Harian kami (Ahmad Ali) bersahabat dengan Pak JK. Pak Jokowi juga pernah bersama-sama dengan Pak JK itu selama lima tahun sebagai Presiden dan Wakil Presiden dan dalam perjalanan itu baik-baik saja," ujar dia.

Bestari menyampaikan tak ada hal-hal yang bisa dikaitkan atas apa yang terjadi belakangan. Menurutnya, PSI juga sekadar partai kecil.

"Nggak ada konfrontasi apa pun yang bisa dikait-kaitkan kemudian apakah ini karena ada hubungan yang kurang harmonis antara PSI dengan Pak JK. Apalah PSI ini partai kecil-kecil aja, kalau Pak JK itu orang besar. Mana masa Pak JK kemudian bermasalah sama PSI, tidaklah," tutur dia.

Karena itu, dia menegaskan apa yang dilakukan Ade Armando dkk tidak terkait dengan PSI. "Kalau masalah mengenai adanya hal-hal yang terkait oknum-oknum tertentu atau orang-orang tertentu atau pribadi-pribadi tertentu saya kira itu urusan pribadi yang tidak bisa dikaitkan langsung kepada PSI atau menjadi kebijakan PSI," imbuhnya.

Pernyataan Jubir JK

Pegiat media sosial Ade Armando memutuskan mundur dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) imbas pelaporan terhadap dirinya ke polisi oleh 40 organisasi masyarakat (ormas) Islam terkait kasus dugaan pemotongan ceramah Wapres RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK). Juru Bicara JK, Husain Abdullah, berharap persoalan ini menjadi pelajaran bagi siapapun.

Ia awalnya menyampaikan pengunduran diri Ade Armando dari PSI merupakan ranah internal. Ia menyebut memang ada yang menyangkut pautkan dengan PSI.

"Kalau soal pengunduran diri Ade Armando dari partainya, itu masuk ranah internal beliau. Yang konon karena tidak mau partainya disangkut pautkan," kata Husain saat dihubungi, Rabu (6/5).

Meski begitu, ia berharap ini bisa menjadi pelajaran bagi siapapun, bukan hanya Ade Armando. Menurutnya, praktik-praktik yang dilakukan Ade Armando dkk harusnya tidak lagi dilakukan.

"Karena itu ini pelajaran buat siapapun. Bukan hanya kepada Ade Armando. Bahwa praktik-praktik pembohongan publik seperti itu yang menyerupai praktik agitasi dan propaganda yang bertujuan menggiring opini sesat, untuk pembunuhan karakter terhadap seseorang, hendaknya dihentikan," ujarnya.

(maa/gbr)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |