Prabowo: Tak Boleh Lagi Ibu Kehilangan Nyawa karena Rumah Sakit Jauh

5 hours ago 5

Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto mengatakan pihaknya akan menggencarkan pembangunan hingga merevitalisasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Ia berkomitmen tak boleh lagi ada seorang ibu yang kehilangan nyawa lantaran jarak rumah sakit terlalu jauh.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Paripurna DPR RI ke-1 tahun 2026/2027, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Prabowo menargetkan pembangunan hingga revitalisasi 441 RSUD.

"Kita akan membangun dan merevitalisasi 441 Rumah Sakit Umum Daerah. Setiap dari 514 kabupaten dan kota kita harus memiliki rumah sakit yang canggih yang bisa menyelamatkan rakyat secepat mungkin," kata Prabowo dalam pidatonya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Prabowo menyebut hingga saat ini pemerintah telah membangun 66 rumah sakit di daerah 3T. Ia mengatakan penunjang alat di rumah sakit juga diprioritaskan.

"Langkah awal kita, kita telah membangun 66 rumah sakit di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. Dan hari ini saya melaporkan dari 66 rumah sakit tersebut, 22 sudah operasional," kata Prabowo.

"Kita telah membawa alat pemeriksaan jantung, CT scan, mamografi, USG, dan layanan modern ke wilayah yang sebelumnya harus merujuk pasien ke tempat-tempat yang sangat jauh," tambahnya.

Ketua Umum Partai Gerindra ini mengatakan setiap gerai Koperasi Merah Putih nantinya harus memiliki klinik. Ia berharap layanan kesehatan terbaik diterima oleh rakyat.

"Rencana kita juga di setiap gerai Koperasi Merah Putih akan ada klinik di mana rakyat bisa dapat kesehatan layanan melalui jarak jauh," kata dia.

Langkah yang dilakukan pemerintah ini diharapkan bisa menuntaskan permasalahan di lapangan. Ia ingin tak ada lagi seorang ibu kehilangan nyawa lantaran lokasi rumah sakit yang terlalu jauh.

"Pemerintah akan membangun, merevitalisasi 440 rumah sakit umum daerah agar setiap kabupaten dan setiap kota memiliki rumah sakit yang baik. RSUD tersebut akan kita perkuat terutama untuk menangani penyakit-penyakit penyebab kematian tertinggi: kanker, jantung, stroke, ginjal, serta untuk pelayanan kesehatan ibu dan anak," ujar Prabowo.

"Tidak boleh lagi seorang ibu kehilangan nyawa karena rumah sakit terlalu jauh. Tidak boleh lagi seorang ayah menjual seluruh hartanya karena harus berobat ke kota besar," tambahnya.

Di kesempatan ini Prabowo juga menyinggung Indonesia kekurangan dokter umum dan spesialis. RI, kata dia, masih membutuhkan 84.781 dokter umum dan 127.580 dokter gigi.

"Saudara-saudara sekalian, 481 kabupaten/kota butuh tambahan 55.712 dokter spesialis. Karena itu kita telah membuka 9 fakultas kedokteran baru serta 170 program studi spesialis dan subspesialis, baik yang berbasis perguruan tinggi maupun berbasis rumah sakit. Dan ini kita akan upayakan lebih banyak lagi," imbuhnya.

(dwr/idn)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |