Prabowo Sebut Tak Ada Indonesia Emas Malah Cemas Jika Narkoba Tidak Diberantas

2 weeks ago 29

Jakarta -

Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Djamari Chaniago, menyampaikan amanat Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan Hari Anti Narkotika Internasional. Dalam amanatnya, Prabowo mengatakan tidak ada Indonesia Emas apabila generasi muda hancur karena narkoba.

"Kita ingin Indonesia menjadi negara yang maju, kuat, dan disegani dunia. Tetapi ingat, tidak akan pernah ada Indonesia Emas jika generasi mudanya hancur karena narkoba," kata Prabowo dalam amanatnya yang dibacakan Djamari di Bogor, Kamis (23/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, apabila generasi muda hancur karena narkoba, yang terjadi adalah Indonesia cemas. Maka dari itu, dia menegaskan pemberantasan narkoba merupakan syarat mutlak mewujudkan Indonesia Emas 2045.

"Yang akan terjadi adalah Indonesia menjadi cemas. Karena itu, saya tegaskan, pemberantasan narkoba adalah syarat mutlak untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Saya ulangi, pemberantasan narkoba adalah syarat mutlak untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045," jelasnya.

Kata Prabowo, itu menjadi komitmen politik dan strategi nasional yang tegas di pemerintahannya. Dia mengapresiasi BNN, kepolisian, TNI hingga Bea Cukai yang telah bahu-membahu memberantas narkoba.

"Pada momentum yang baik ini, saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia beserta seluruh jajaran TNI, Bea Cukai, serta aparat penegak hukum lainnya yang telah mengimplementasikan visi misi saya tersebut ke dalam program nyata pemerintahan," bebernya.

Dia kemudian membacakan laporan capaian operasi penindakan yang diterimanya. Narkotika dengan berbagai jenis dan uang tunai menjadi barang bukti dalam penindakan itu.

"Saya tadi mendengar laporan capaian Operasi Sapu Bersih Narkoba tahun 2026. Penangkapan 107,5 kg sabu, 147 kg ganja, 1.250 ml etomidate, 1.029 gram ketamin, dan 6.681 butir ekstasi yang membongkar keterlibatan jaringan internasional," ucapnya.

"Serta penyitaan aset tindak pidana pencucian uang senilai Rp 167,9 miliar adalah prestasi yang luar biasa dengan terungkapnya jaringan tersebut," tambahnya.

(rdh/whn)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |