ParagonCorp dan ARC USK Eksplorasi Nilam Aceh Jadi Bahan Kosmetik

2 hours ago 2

Jakarta -

ParagonCorp menjalin kolaborasi riset dengan Atsiri Research Center Universitas Syiah Kuala (ARC USK) untuk mengeksplorasi potensi nilam Aceh sebagai bahan aktif kosmetik. Salah satu fokus penelitian yang tengah dikembangkan adalah patchouli alcohol crystal, komponen yang berasal dari minyak nilam Aceh dan sedang diteliti sebagai kandidat natural active ingredient untuk aplikasi kosmetik.

Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas yang besar, termasuk beragam tanaman yang telah dimanfaatkan secara turun-temurun untuk berbagai kebutuhan. Namun, menurut ParagonCorp, kekayaan sumber daya alam tidak berhenti pada ketersediaan bahan. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dapat dipahami lebih dalam melalui ilmu pengetahuan, diuji secara ilmiah, dan dikembangkan menjadi inovasi bernilai tambah.

Sebagai purposeful beauty tech company, ParagonCorp menilai pengembangan inovasi tidak hanya berlangsung pada tahap akhir saat sebuah produk dihasilkan. Inovasi juga dimulai dari proses memahami sumber daya yang tersedia, membangun pengetahuan mengenai karakteristik dan potensinya, serta menghasilkan scientific evidence yang menjadi dasar pengembangan lebih lanjut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Indonesia sudah memiliki kekayaan bahan alam yang luar biasa. Tantangannya adalah bagaimana kita membangun pengetahuan dan scientific capability di balik bahan-bahan tersebut. Bagi ParagonCorp, local ingredient menjadi jauh lebih bermakna ketika kita tidak hanya mengetahui asalnya, tetapi juga mampu memahami dan membuktikan potensinya melalui riset," ujar Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp dr. Sari Chairunnisa dalam keterangan tertulis, Kamis (20/8/2026).

Dalam kolaborasi ini, ARC USK membawa keahlian dalam penelitian nilam, minyak atsiri, dan bahan alam, sementara ParagonCorp membawa kapabilitas riset dan pengembangan kosmetik serta pemahaman terhadap kebutuhan industri kecantikan (beauty).

Paragon Foto: Dok. Paragon

Pertemuan kedua kapabilitas tersebut membuka ruang untuk mengeksplorasi potensi bahan alam secara lebih terarah, mulai dari karakterisasi bahan hingga pengujian potensi manfaatnya untuk aplikasi kosmetik.

Eksplorasi terhadap patchouli alcohol crystal menjadi bagian dari upaya tersebut. Alih-alih melihat nilam hanya berdasarkan pemanfaatannya yang telah dikenal, penelitian ini mencoba menggali lebih jauh karakteristik komponen yang terkandung di dalamnya dan memahami kemungkinan pemanfaatannya dalam konteks pengembangan bahan aktif kosmetik.

Pendekatan berbasis riset juga menjadi penting karena tidak semua bahan natural secara otomatis memiliki data ilmiah yang cukup untuk mendukung klaim manfaat tertentu. Karena itu, proses penelitian diperlukan untuk memahami karakteristik bahan, menguji potensinya, serta menghasilkan bukti ilmiah yang dapat menjadi dasar bagi tahapan pengembangan berikutnya.

"Kolaborasi ini mempertemukan keahlian yang saling melengkapi. ARC memiliki pengalaman dalam penelitian nilam dan minyak atsiri, sementara industri memiliki kebutuhan dan perspektif mengenai pengembangan bahan untuk aplikasi kosmetik. Kami berharap proses ini dapat terus dikembangkan sehingga hasil penelitian memiliki manfaat yang lebih luas," ujar Kepala Atsiri Research Center Universitas Syiah Kuala (ARC USK) Syaifullah Muhammad.

Paragon Foto: Dok. Paragon

Lebih dari sekadar menemukan kemungkinan penggunaan baru, eksplorasi ini juga membuka ruang untuk pengembangan pendekatan dan metode dalam penelitian bahan aktif kosmetik. Namun, karena penelitian masih berlangsung, berbagai potensi tersebut masih membutuhkan pengujian dan validasi lebih lanjut sebelum dapat ditetapkan sebagai kesimpulan ilmiah maupun diterapkan dalam produk.

Bagi ParagonCorp, proses tersebut merupakan bagian penting dari perjalanan hilirisasi bahan alam, yaitu menghubungkan sumber daya alam, pengetahuan, sains, teknologi, dan kapabilitas industri (natural resources, knowledge, science, technology, dan industrial capability) agar sumber daya lokal memiliki peluang untuk menghasilkan nilai yang lebih besar.

Melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi dan institusi penelitian, ParagonCorp terus mendorong penguatan ekosistem sains, teknologi, talenta, dan inovasi (science, technology, talent, dan innovation) di Indonesia.

Upaya ini menjadi bagian dari visi ParagonCorp untuk berkontribusi tidak hanya melalui produk kecantikan (beauty) yang dihasilkan, tetapi juga melalui pengetahuan dan kapabilitas yang mendukung perkembangan industri kecantikan Indonesia di masa depan.

(akn/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |