Jakarta -
Polda Metro Jaya mengungkap motif dari dua pelaku membunuh Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) berinisial NHW (33). Polisi menyebut motif keduanya ingin menguasai barang korban.
"Sementara itu ya, ingin menguasai barang yang dimiliki oleh korban," jelas Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (12/2/2026).
Dalam kesempatan yang sama, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan motif yang disampaikan saat ini berdasarkan hasil penyidikan awal. Ia menyebut motif pada dasarnya bisa berubah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Motif ini juga beberapa kali kami sampaikan, pada saat proses awal penyidikan, ini juga bisa dapat akan berubah di akhir dari masa proses penyidikan," terang Budi.
"Nah, makanya kita belum bisa memutuskan secara sahih motif dari suatu perbuatan. Itu biasanya akan muncul baik di awal ataupun di akhir dari proses penyidikan," imbuh Budi.
Sebelumnya, polisi masih menyelidiki pembunuhan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) berinisial NHW (33), yang ditemukan tewas di kontrakan di Bekasi, Jawa Barat. Dua pelaku ditangkap diketahui merampas sejumlah barang milik korban.
"Diketahui bahwa pelaku turut mengambil beberapa barang milik korban," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Selasa (10/2).
Pelaku sendiri berjumlah dua orang. Dia mengatakan bahwa pelaku baru mengenal korban selama sebulan terakhir sebelum tragedi pembunuhan.
"Kedua pelaku diketahui mengenal korban sekitar satu bulan terakhir. Untuk motif masih didalami oleh penyidik," tuturnya.
Sebelumnya,Jasad korban ditemukan oleh rekannya, wanita berinisial SR, pada Rabu (4/2) pagi. Temuan ini berawal saat rekan kerja korban, SR, curiga lantaran korban sudah tidak masuk beberapa hari. Ponsel korban pun tidak dapat dihubungi.
Mencurigai hal itu, SR kemudian mengecek ke rumah kontrakan korban di Jatiwaringin, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi. SR kemudian menghubungi pemilik kontrakan untuk meminta kunci serep kontrakan. Mereka bersama-sama membuka kamar dan menemukan korban sudah tidak bernyawa.
(kuf/eva)

















































