Menhub dan Dirut KAI Takziah ke Rumah Nurlaela-Nur Ainia Korban Kecelakaan KA

6 hours ago 5
Jakarta -

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin dan Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono melakukan takziah ke beberapa keluarga korban insiden kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat. Mereka menyampaikan belasungkawa dan meminta maaf atas insiden yang terjadi.

"Kami hadir untuk menyampaikan langsung rasa belasungkawa serta memastikan keluarga mendapatkan pendampingan," kata Bobby dilansir Antara, Kamis (30/4/2026).

Kunjungan Menhub dan Dirut KAI diawali di kediaman almarhumah Nurlaela di Cikarang Timur. Dalam kesempatan tersebut, rombongan menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga. Setelah kunjungan di Cikarang Timur, jajaran melanjutkan takziah ke dua rumah duka lainnya di wilayah Tambun, yaitu kediaman almarhumah Arinjani Novita Sari dan almarhumah Nur Ainia Eka Rahmadhyna.

Pada kesempatan terpisah, seluruh direksi KAI juga telah mengunjungi rumah duka para korban di berbagai lokasi sebagai bentuk empati dan tanggung jawab perusahaan kepada keluarga yang ditinggalkan, sekaligus menyerahkan santunan.

Bobby menyampaikan permohonan maaf dan dukacita kepada seluruh keluarga korban atas insiden nahas tersebut. "Kami menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga korban atas kejadian ini," ucap Bobby.

Ia menegaskan KAI tengah melakukan investigasi bersama pihak terkait dan menyiapkan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan operasional.

"Proses investigasi masih berlangsung bersama pihak terkait. Hasilnya akan menjadi dasar evaluasi agar keselamatan perjalanan kereta api semakin terjaga," lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, keluarga korban juga menyampaikan harapan agar penyebab kejadian dapat segera diketahui.

Kemudian, Hary Marwata, ayah almarhumah Nur Ainia Eka Rahmadhyna, menyampaikan bahwa putrinya merupakan pengguna KRL dalam aktivitas sehari-hari.

"Setiap hari anak saya menggunakan KRL dari Tambun ke Palmerah untuk bekerja. Kami berharap proses investigasi berjalan lancar dan penyebab kejadian ini dapat segera diketahui," kata Hary.

Seperti diketahui, insiden tabrakan antara kereta jarak jauh dan KRL terjadi di Stasiun Bekasi Timur, pada Senin (27/4). Akibat kecelakaan tersebut, sebanyak 16 orang meninggal dunia, 91 orang luka-luka.

Dari 91 orang yang mengalami luka-luka, 43 penumpang telah diperbolehkan pulang, sementara sisanya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Saksikan Live DetikSore:

Simak juga Video 'Bantuan Kemensos untuk Keluarga Korban Tewas Tabrakan Kereta Bekasi':

(maa/dhn)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |