Mitigasi Perubahan Iklim, PLN Gandeng UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

5 hours ago 5

Jakarta - PT PLN (Persero) menyerahkan dokumen partnership agreement bersama United Nations Office for Project Services (UNOPS). Perjanjian kemitraan tentang kajian dan dukungan kegiatan transisi energi ini akan mendorong berbagai inisiatif.

Langkah ini juga untuk memperkokoh sinergi global untuk meningkatkan utilisasi Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.

Adapun kajian itu terkait strategi transisi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), pengembangan smart grid dan Energy Storage System (ESS), serta studi yang mendukung pengembangan energi terbarukan.

Dokumen partnership agreement bersama United Nations Office for Project Services (UNOPS) itu pun diserahkan pada kegiatan PLN Sustainability Day 2026 bertajuk 'Empowering Climate Resilience' di Jakarta, Selasa (28/4) yang lalu.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan, kerja sama tersebut mencerminkan upaya berkelanjutan PLN dalam memperkuat kemitraan global guna menghadirkan solusi nyata dalam menghadapi perubahan iklim.

PLN Gandeng UNOPS Dorong Utilisasi EBT NasionalFoto: PLN

Menurutnya, kolaborasi strategis dan dukungan antarpihak dalam transisi energi merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan kedaulatan energi nasional dan membangun ketahanan ekonomi yang berkelanjutan.

"PLN terus memperkuat kemitraan global untuk menghadirkan solusi nyata dan berkelanjutan dalam menghadapi perubahan iklim, termasuk melalui kolaborasi dengan UNOPS. Kemitraan ini mencerminkan aliansi visioner untuk mempercepat transisi energi Indonesia melalui inisiatif konkret yang berdampak tinggi," tutur Darmawan dalam keterangan tertulis, Kamis (30/4/2026).

Dirinya menambahkan, dukungan global adalah elemen vital bagi Indonesia dalam menjalankan transisi energi. Ia menekankan krisis iklim merupakan tantangan lintas batas yang dampaknya dirasakan oleh seluruh dunia.

"Perubahan iklim adalah tantangan global yang tidak mengenal batas negara. Emisi gas rumah kaca di satu wilayah di bumi akan berdampak pada wilayah lainnya. Karena itu, transisi energi menjadi perjuangan bersama untuk menjaga masa depan peradaban manusia," tegas Darmawan.

Sementara itu, Deputy Director of the Southeast Asia Energy Transition Partnership (ETP) UNOPS, John Cotton menyampaikan, kolaborasi ini merupakan langkah penting untuk menyelaraskan transformasi sektor energi Indonesia melalui dukungan internasional.

PLN Gandeng UNOPS Dorong Utilisasi EBT NasionalFoto: PLN

Keterlibatan ini diharapkan mampu mempercepat implementasi berbagai program prioritas melalui pendekatan berbasis kajian, inovasi teknologi, serta penguatan kapasitas korporasi.

"Perjanjian ini mencerminkan komitmen berkelanjutan ETP dalam mendukung agenda transisi energi Indonesia yang ambisius. PLN merupakan penggerak utama dalam transformasi ini. Melalui kemitraan ini kami bertujuan untuk memberikan dukungan strategis, teknis, dan praktis yang memungkinkan percepatan pengembangan energi bersih serta kesiapan jaringan listrik. Bersama-sama, kami berharap dapat menciptakan dampak jangka panjang bagi perekonomian, masyarakat, dan lingkungan Indonesia," ucap John.

Di sisi lain, Head of the United Nations Resident Coordinator's Office, Matthew David Johnson-Idan, menyampaikan apresiasi atas langkah progresif PLN dalam menerjemahkan komitmen Indonesia pada Paris Agreement, baik melalui Nationally Determined Contribution (NDC) 2030 maupun target Net Zero Emissions (NZE) 2060.

Menurutnya, transisi ke EBT bukan hanya soal menjaga keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang, tetapi juga strategi utama dalam menjaga ketahanan energi dan daya saing ekonomi nasional.

"Dalam peta jalan transisi energi nasional, peran PLN sangat krusial. PLN bukan sekadar penyedia listrik, melainkan institusi garda terdepan yang menerjemahkan ambisi iklim Indonesia menjadi aksi nyata melalui ekspansi energi terbarukan, modernisasi jaringan (smart grid), dan penguatan efisiensi energi secara masif," ujar Matthew.

Matthew menambahkan, transformasi sistem energi dunia saat ini adalah sebuah keniscayaan. Dirinya menegaskan United Nations siap mendukung PLN melalui berbagai kolaborasi strategis dan skema pembiayaan inovatif untuk mempercepat investasi transisi energi yang berdampak luas.

"Dalam konteks ini, United Nations siap mendukung PLN dalam memobilisasi pasar modal, termasuk melalui instrumen seperti penerbitan obligasi korporasi, pembiayaan campuran (blended finance), dan mekanisme berbagi risiko yang dapat mendorong investasi swasta jangka panjang sekaligus menjaga nilai publik," kata Matthew.

PLN Sustainability Day 2026 merupakan wadah yang mempertemukan para pemangku kepentingan dari dalam dan luar negeri untuk menyatukan visi dalam mempercepat dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan nasional.

Pada penyelenggaraan di tahun kelima ini, PLN menegaskan sinergi internasional menjadi fondasi penting dalam menjalankan transisi energi nasional.

Kolaborasi PLN dengan berbagai mitra global tentunya akan memperkuat langkah perseroan dalam memperluas pemanfaatan energi bersih, serta membangun sistem ketenagalistrikan yang lebih tangguh, inklusif, berdaya saing global, dan mendorong pertumbuhan ekonomi hijau nasional.

(anl/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |