Industri AMDK Punya Standar Internal Ketat Jaga Keamanan Galon Guna Ulang

5 hours ago 3

Jakarta -

Usia galon guna ulang tidak menjadi penentu kualitas air minum di dalamnya. Sejumlah pakar menyebut keamanan dan kualitas air lebih dipengaruhi oleh kondisi galon, proses sanitasi, serta pengawasan yang dilakukan produsen.

Guru Besar Bidang Rekayasa Pengemasan Pangan IPB, Prof. Nugraha Edhi Suyatma mengatakan hingga kini tidak ada standar yang membatasi usia penggunaan galon guna ulang. Ia menjelaskan produsen air minum dalam kemasan (AMDK) telah memiliki sistem pengendalian mutu untuk memastikan galon yang beredar tetap memenuhi persyaratan keamanan pangan.

"Mereka sudah punya standar internal terkait mutu fisik, kimia dan keamanan pangannya. Jadi, insyaallah aman," kata Nugraha dalam keterangan tertulis, Kamis (20/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nugraha mengungkapkan ketahanan galon lebih ditentukan oleh cara pemakaian dibanding usia kemasan itu sendiri. Adapun perlakuan konsumen seperti cara mencuci maupun penggunaan yang berpotensi menggores permukaan bagian dalam galon, justru lebih memengaruhi kualitas dan keamanan kemasan.

"Jadi, perlakuan para konsumen lebih mempengaruhi usia atau ketahanan daripada galon itu menjadi cepat rusak atau tidak," katanya.

Senada, Guru Besar Departemen Teknologi Industri Pertanian (TIN) IPB yang mendalami bidang air, Prof. Suprihatin menegaskan hingga saat ini tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan galon guna ulang menimbulkan gangguan kesehatan hanya karena telah digunakan dalam waktu lama.

"Selama ini tidak ada laporan ilmiah yang menunjukkan galon guna ulang menimbulkan dampak kesehatan hanya karena faktor usia pemakaian," paparnya.

Suprihatin menjelaskan aspek yang harus menjadi perhatian justru kebersihan fisik galon serta pengawasan sanitasi dan mikrobiologis. Menurutnya, selama galon memenuhi standar kebersihan dan diproses sesuai prosedur, kualitas air minum tetap terjaga.

Pakar lingkungan dan keamanan pangan ini menambahkan, perusahaan AMDK yang telah memiliki reputasi umumnya menerapkan standar ketat sebelum galon digunakan kembali. Pemeriksaan dilakukan terhadap kondisi fisik galon, umur pakai, hingga kebersihan secara kimia maupun mikrobiologis.

"Perusahaan AMDK yang sudah punya nama umumnya memperhatikan hal tersebut dan jarang menggunakan galon yang lanjut usia," jelasnya.

Sementara itu, Pakar Teknik Kimia Steven Soen mengatakan anggapan bahwa galon yang telah digunakan bertahun-tahun otomatis berbahaya tidak dapat disimpulkan begitu saja. Menurutnya, faktor yang paling menentukan justru cara penyimpanan dan penggunaan galon selama masa pakainya.

"Cara penyimpanan dan penggunaan galon jauh lebih berpengaruh (memicu migrasi) dibanding sekadar lamanya usia pakai," tegasnya.

Ia juga menepis anggapan bahwa produsen AMDK menggunakan galon yang sama tanpa batas waktu. Ia menilai produsen memiliki standar internal mengenai jumlah penggunaan dan umur pakai galon sehingga kemasan yang sudah tidak memenuhi persyaratan akan ditarik dari peredaran.

"Apakah memang semua orang galon pemberian kakek ini terus dipakai? Enggak juga. Pabrik juga pasti punya kebijakan. Dia juga cuci-cuci pasti ada batasnya, nggak mungkin dari zaman ratusan tahun itu terus dipakai. Pasti dia bikin lagi. Jadi enggak mungkin galon itu dipakai bertahun-tahun terus tanpa ada penggantian. Pasti pada akhirnya kembali di-recycle dan pabrik mengeluarkan yang baru," pungkasnya.

(ega/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |