Hari Kartini, Bupati Banyuwangi Serap Aspirasi Lewat 'Rembug Perempuan'

4 hours ago 2

Jakarta -

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menggelar 'Rembug Perempuan' di Aula Minak Jinggo, Kantor Pemkab Banyuwangi dalam rangka memperingati Hari Kartini. Forum ini digelar guna menyerap aspirasi sekaligus memperkuat partisipasi perempuan dalam pembangunan daerah pada tahun mendatang.

Kegiatan ini diikuti puluhan perempuan dari berbagai latar belakang, mulai dari organisasi kemasyarakatan, keagamaan, tenaga kesehatan, pelaku usaha, hingga komunitas literasi dan pendamping sosial.

"Kemajuan daerah tidak akan tercapai tanpa keterlibatan aktif perempuan. Kami terus mendorong hadirnya kebijakan yang berpihak pada perempuan dan anak sebagaimana pemikiran visioner Kartini yang memperjuangkan pendidikan, kesetaraan kesempatan, dan martabat perempuan," kata Ipuk dalam keterangannya, Selasa (21/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ipuk mengatakan perempuan memiliki peran yang sangat besar, bukan hanya di keluarga, tetapi juga di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, budaya, bahkan kepemimpinan. Forum ini bertujuan untuk mendengar suara perempuan, menyerap aspirasi, dan merumuskan langkah dalam pembangunan daerah.

"Melalui rembuk ini, saya berharap lahir gagasan-gagasan segar dan solusi yang menjadikan perempuan Banyuwangi sebagai perempuan yang berdaya, mandiri, sehat, cerdas, dan sejahtera, menjadi penyangga keluarga hingga penggerak ekonomi," ucap Ipuk.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Suyanto Waspotondo mengungkapkan kegiatan Rembug Perempuan dibagi menjadi empat kelompok perwakilan perempuan. Forum ini mengusung empat tema utama, yakni literasi digital, kesehatan jiwa, pemberdayaan perempuan serta bisnis dan ekonomi kreatif.

"Sebelumnya para perwakilan telah melakukan kunjungan ke OPD (Organisasi Pemerintah Daerah) untuk mendapat insight dan mengumpulkan materi. Lalu setiap kelompok berdiskusi dengan didampingi oleh fasilitator selanjutnya merumuskan masukan-masukan perencanaan," jelas Suyanto.

Dalam forum tersebut, muncul berbagai aspirasi dari para peserta, salah satunya datang dari perwakilan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI), Zulfi Zumala. Ia berharap adanya pelatihan bagi anak dan orang tua tentang literasi digital, saluran konsultasi dan pengaduan terhadap kasus kekerasan digital, mitigasi terkait kekerasan digital berbasis multipihak.

"Untuk mendukung produktivitas perempuan kami juga mengusulkan adanya peningkatan kapasitas penggunaan medsos untuk produktivitas, pelatihan literasi keuangan dan pelatihan keamanan digital bagi perempuan," ucap Zulfi.

Berbagai usulan lain juga muncul, termasuk terkait pemberdayaan perempuan dengan penguatan program pemberdayaan ekonomi bagi Kepala Keluarga Perempuan melalui program "Kanggo Riko" inisiasi Pemkab Banyuwangi. Kemudian, penguatan mental health perempuan dan anak, hotline kesehatan, pelatihan ekonomi kreatif, dan usulan-usulan lainnya.

Sebagai informasi, kegiatan ini turut dihadiri penggiat PKK Kabupaten dan Kecamatan, organisasi keagamaan Islam Aisyiyah (Muhammadiyah) dan Muslimat (Nahdlatul Ulama), Perkumpulan Perempuan Katolik, Hindu dan Budha serta Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI).

Hadir pula perwakilan Kepala Desa dan Sekretaris Desa Perempuan, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Pegiat Literasi, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) dan Travel, Kader Posyandu, Migrant Care hingga pelaku UMKM perempuan daerah.

(prf/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |