Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Golkar yang juga Wakil Ketua Baleg DPR RI Ahmad Doli Kurnia berharap draf RUU Pemilu yang disebut Kemendagri sudah siap segera dibahas. Ia mengatakan RUU ini harus segera dibahas tak masalah siapa yang menjadi inisiatornya.
"Concern saya adalah lebih cepat dibahas akan lebih baik. Soal siapa yang mengambil inisiatif tidak jadi soal," kata Doli saat dihubungi, Kamis (7/5/2026).
Doli tidak mempersoalkan apakah DPR atau pemerintah yang ambil inisiatif. Menurutnya hal itu hanya tinggal disepakati saja.
"Bisa DPR, boleh juga dari pemerintah. Dan biasanya pada pembahasan sebuah UU, dimulai dari adanya kesepakatan antara pemerintah dan DPR. Kapan akan dimulai pembahasannya dan siapa yang mengambil inisiatif. Apalagi UU Pemilu ini adalah UU besar, penting dan strategis, perlu ada konsensus antara pemerintah dan DPR," ucap dia.
Ia menyinggung eksekutif dan legislatif saat ini punya konfigurasi yang sama. Kedua lembaga itu diisi oleh pimpinan partai.
"Jadi kita menunggu saja pembicaraan pada level pimpinan partai politik, khususnya koalisi pendukung pemerintah, yang ketua koalisinya adalah presiden. Apabila sudah dicapai konsensus, DPR sebagai perpanjangan tangan partai politik, akan mengikutinya. Dan siapa yang akan mengambil inisiatif itu menjadi sesuatu yang teknis saja," ujar dia.
Namun demikian, ia tak bisa memastikan apakah setelah masa reses DPR RUU itu bisa dibahas. "Tergantung kesepakatan politik antar pimpinan parpol," imbuh dia.
Draf RUU Pemilu Sudah Disiapkan
Sebelumnya, Kemendagri menyampaikan sudah menyiapkan draf untuk membahas RUU Pemilu. Draf ini disiapkan jika sewaktu-waktu DPR mengundang untuk membahas RUU Pemilu.
"Kalau Kemendagri sudah siap, karena kita ini berproses dengan para mitra di Bappenas, dengan juga para perguruan tinggi ya, universitas yang memberikan masukan, lembaga penelitian gitu. Dan saat ini digawangi oleh Dirjen Polpum," jelas Wamendagri Bima Arya kepada wartawan di kantornya, Senin (27/4).
"Kita sudah siapkan substansi-substansi apa untuk mengantisipasi semua perkembangan yang mungkin terjadi di DPR. Yang penting kita sudah siap naskahnya, pandangan pemerintah, daftar inventaris masalah, isu-isu strategis apa. Jadi manakala proses politiknya membutuhkan itu kami siap," imbuh dia.
Simak juga Video 'DPR Tak Ingin Buru-buru Bahas RUU Pemilu, Takut Digugat ke MK':
(maa/whn)

















































