Ekonomi Provinsi Banten Tumbuh 5,64% di Triwulan I 2026, Pengangguran Turun

14 hours ago 5

Serang - Ekonomi Provinsi Banten pada triwulan I 2026 tumbuh 5,64 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka ini sedikit lebih tinggi dibanding capaian nasional yang sebesar 5,61 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Banten Yusniar Juliana mengatakan pertumbuhan 5,64 persen diikuti perbaikan kondisi ketenagakerjaan. Jumlah penduduk bekerja meningkat, sementara tingkat pengangguran mengalami penurunan 0,05 persen.

"Pertumbuhan ekonomi mulai berdampak pada pasar tenaga kerja, terlihat dari peningkatan jumlah penduduk bekerja," kata Yusniar, Kamis (7/5/2025).

Secara triwulanan (quarter-to-quarter/q-to-q), ekonomi Banten juga tumbuh 1,01 persen dibanding triwulan IV 2025.

BPS mencatat, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Banten pada triwulan I 2026 mencapai Rp247,20 triliun atas dasar harga berlaku dan Rp144,96 triliun atas dasar harga konstan 2010.

Struktur ekonomi Banten masih didominasi sektor industri pengolahan dengan kontribusi 30,02 persen. Disusul sektor perdagangan, konstruksi, serta transportasi dan pergudangan. Keempat sektor ini menyumbang lebih dari 70 persen terhadap perekonomian daerah.

Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 17,88 persen secara tahunan. Kenaikan ini dipengaruhi musim panen dan meningkatnya aktivitas produksi.

Selain itu, sektor berbasis mobilitas juga tumbuh signifikan. Penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh 15,29 persen, sementara transportasi dan pergudangan naik 13,84 persen. Sektor jasa pendidikan juga tumbuh 5,58 persen.

Secara triwulanan, sektor pertanian melonjak 27,53 persen. Disusul akomodasi dan makan minum 8,95 persen, jasa keuangan 5,48 persen, serta transportasi dan pergudangan 4,27 persen.

Sejalan dengan itu, kondisi ketenagakerjaan Banten juga membaik. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2026 tercatat 6,59 persen, turun 0,05 poin dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Jumlah penduduk bekerja mencapai 5,83 juta orang atau bertambah 26,02 ribu orang. Sementara jumlah pengangguran turun menjadi sekitar 411 ribu orang.

Penyerapan tenaga kerja terbesar terjadi di sektor pertanian dengan tambahan sekitar 99 ribu orang. Selain itu, sektor perdagangan dan industri tetap menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Banten.

Meski demikian, kualitas pekerjaan masih menjadi catatan. Proporsi pekerja formal tercatat 52,19 persen atau turun 1,18 poin dibanding Februari 2025. Hal ini menunjukkan sebagian tenaga kerja masih berada di sektor informal.

Namun, dari sisi jam kerja, kondisi menunjukkan perbaikan. Sebanyak 78,40 persen pekerja merupakan pekerja penuh waktu, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

"Upaya peningkatan kualitas pekerjaan, khususnya perluasan sektor formal, masih menjadi pekerjaan rumah agar pertumbuhan ekonomi semakin inklusif dan berkelanjutan," ujarnya.

(aik/aik)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |