KRL lintas Bogor-Jakarta Kota sempat mengalami keterlambatan akibat tertemper orang saat berada di sekitar jalur rel Tebet pagi ini. Hal tersebut membuat sejumlah penumpang mengeluhkan terlambat ke kantor.
Salah satunya Didik (33), warga Depok yang bekerja di kawasan Salemba, Jakarta Pusat. Dia mengaku terlambat lantaran keberangkatan KRL lintas Bogor-Jakarta Kota terganggu akibat kejadian tersebut.
"Saya biasa berangkat jam 07.30. Tapi baru bisa berangkat jam 08.30. Dapat naiknya ya maksudnya, soalnya kan udah numpuk banget," ujar Didik ditemui di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan (Jaksel), Kamis (20/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Didik mengaku merasa pasrah dan pusing ketika dia mengetahui kejadian yang mengganggu KRL Bogor-Jakarta Kota adalah adanya warga yang tertemper. Didik kemudian langsung mengabari tempatnya bekerja bahwa dirinya terlambat.
"Pusing juga ya. Apalagi kan saya tahu kalau ada orang ketabrak gitu. Jadi ya pasrah aja sih, ngabarin kantor, mau gimana lagi kan kalau urusannya nyawa," katanya.
Didik kemudian diizinkan oleh tempat kerjanya untuk datang terlambat. Dia mengaku tempat dia bekerja sudah mengetahui kejadian KRL yang terlambat itu.
"Ya alhamdulillah-nya sudah pada monitor juga ada KRL telat gitu, nabrak orang," katanya.
Selain Didik, warga lain bernama Fiki (29) juga terpengaruh oleh keterlambatan KRL lintas Bogor-Jakarta Kota. Fiki, yang biasa naik KRL dari Stasiun Universitas Pancasila (UP), mengaku baru bisa berangkat menuju kantornya di kawasan Kuningan, Jaksel, sekitar pukul 09.00 WIB.
"Saya biasa dari UP jam 8-an. Masuk (kantor) jam 09.30. Tapi tadi saya baru bisa berangkat jam 9 kurang lah," kata Fiki ditemui di Stasiun Manggarai.
Fiki mengaku sempat merasa bingung saat melihat Stasiun UP sudah padat penumpang. Dia kemudian merasa pasrah ketika dia mengetahui insiden yang terjadi di lintas Bogor-Jakarta Kota.
"Wah langsung bingung sih, Bang, saya bilang, 'Ini ada apa?' gitu kan. Ternyata kan katanya ada orang ketabrak. Wah langsung pasrah udah saya di situ. Terus kabarin kantor, syukur-syukur diizinin telat sama atasan," katanya.
Fiki mengaku sempat terpikir untuk naik moda transportasi lain seperti ojek online (ojol) atau Transjakarta. Namun dia tetap menggunakan KRL karena diizinkan atasannya untuk datang terlambat dan juga harganya lebih terjangkau.
"Kepikiran pake ojol atau Transjakarta ada sih, Bang, tapi kan tadi saya ngabarin atasan saya. Katanya nggak apa-apa kalau keretanya telat. Sayang lah kalau pake ojol, kan boros ya," katanya.
Diberitakan sebelumnya, perjalanan KRL lintas Bogor-Jakarta Kota terhambat pagi ini. Hal itu terjadi akibat ada seorang warga tertemper di dekat Stasiun Tebet.
"Kami mohon maaf atas keterlambatan perjalanan Commuter Line Bogor-Jakarta Kota sehubungan KA 1183 tertemper orang di antara stasiun Pasar Minggu-Manggarai pada jam 06.35, di Km 12+7 dekat Stasiun Tebet," kata VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda, Kamis (20/8).
Saat ini, proses penanganan kejadian tersebut telah selesai. KRL kini dapat melintas di dua lajur.
"Proses evakuasi KA 1183 (Bogor-Jakarta Kota) dampak tertemper orang telah selesai, penanganan lebih lanjut dilakukan di Stasiun Manggarai," kata KAI Commuter melalui akun resmi Threads, Kamis (20/8).
"Saat ini, perjalanan Commuter Line lintas Bogor-Jakarta Kota PP sudah dapat dilalui melalui dua jalur dan dalam penguraian kepadatan di lintas," lanjut KCI.
(yld/yld)


















































