Pangkep -
Total 10 korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 PK-THT di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), telah ditemukan pada hari ketujuh operasi SAR. Personel tim SAR gabungan menangis haru.
Penemuan seluruh korban pesawat ATR 42-500 diumumkan di Posko Operasi SAR, Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Jumat (23/1/2026). Pengumuman penemuan seluruh korban disampaikan unsur TNI bersama Basarnas.
"Alhamdulillah paket 9 pukul 08.55 Wita ditemukan dan tetap dilakukan sesuai rencana operasi tadi malam. Sembari kita mengupayakan untuk evakuasi, kami juga tetap melaksanakan yang utama dalam operasi yaitu mencari (korban)," kata Kepala Seksi OperasiBasarnas Makassar Andi Sultan kepada wartawan, seperti dilansirdetikSulsel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andi Sultan lantas terdengar terbata-bata saat menyampaikan penemuan paket kantong jenazah ke-10. Dia sempat berhenti berbicara menahan haru sembari mengusap air matanya.
"Pada pukul 09.16 Wita, alhamdulillah korban ditemukan, paket 10 sudah ditemukan dan saat ini sementara proses evakuasi," tutur Andi Sultan didampingi sejumlah perwira TNI.
Mata Andi Sultan masih tampak basah saat melanjutkan omongannya. Dia menegaskan keberhasilan operasi SAR pesawat ATR 42-500 ini berkat kerja sama seluruh pihak.
"TNI Polri dan Basarnas dan semua unsur pemerintah desa dan semuanya bekerja sama Damkar, Tonasa, Vale dan semuanya dan teman vertikal cukup banyak. Tapi kita selalu mengatakan tim SAR gabungan," jelasnya.
Sementara itu, Asisten Operasi Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi bersyukur seluruh korban bisa ditemukan di hari terakhir operasi SAR. Operasi SAR terakhir tersebut digunakan
"Alhamdulillah hari ketujuh kita bisa temukan seluruhnya, baik benda penting yang di pesawat maupun seluruh korban dan tepat. Dengan sandi hari ini kita gunakan 'sapu bersih', Allah meridhai sandi tersebut," kata Dody.
Baca selengkapnya di sini
(idh/imk)
















































