Jakarta - Semangat Hari Pendidikan Nasional terasa begitu kuat dalam gelaran EBY EDU FAIR 2026 yang diselenggarakan di Kabupaten Trenggalek. Kegiatan ini menjadi ruang inspiratif yang mempertemukan kampus, sekolah, siswa, dan orang tua dalam satu wadah informasi pendidikan dan link and match higher education guna membantu generasi muda merancang masa depan, memilih jalur pendidikan, sekaligus memahami kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
Puluhan perguruan tinggi unggulan dari berbagai daerah di Indonesia turut hadir memeriahkan EBY EDU FAIR 2026. Ribuan pelajar dari berbagai SMA, SMK, MA, dan sekolah sederajat di Trenggalek tampak antusias memenuhi Aula Jabal Noor sejak pagi hari untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang menghadirkan konsultasi jurusan, pengenalan kampus, informasi beasiswa, hingga motivasi pengembangan diri dan karier masa depan.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) sebagai pemrakarsa utama acara. Ibas mengatakan pendidikan merupakan fondasi utama untuk membangun Indonesia yang lebih maju, kuat, dan berdaya saing. Dia mengingatkan bahwa semangat pendidikan telah ditegaskan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia yakni untuk 'mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum'.
"Hari ini hari yang spesial, pemikiran kita untuk menuju cita-cita kita, untuk Indonesia yang lebih baik dan lebih maju," ujar Ibas dalam keterangannya, Sabtu (9/5/2026).
Menurutnya, pendidikan merupakan hak seluruh anak bangsa sebagaimana dijamin dalam Pasal 31 UUD 1945 tentang hak memperoleh pendidikan dan Pasal 28 yang menegaskan hak setiap warga negara untuk mengembangkan diri serta memperoleh kesempatan yang sama.
"Pendidikan adalah hak seluruh warga negara Indonesia. Karena itu negara harus hadir membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi anak-anak bangsa," tuturnya.
Dia pun mengapresiasi terselenggaranya EBY EDU FAIR sebagai bentuk nyata dalam mendorong lahirnya generasi emas Indonesia yang tangguh, berilmu, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat global.
"EBY EDU FAIR ini adalah bagian dari komitmen kami untuk mendorong generasi muda Indonesia menjadi generasi emas yang tangguh, berilmu, berkarakter, kreatif, dan penuh solusi untuk masa depan bangsa," ujarnya.
Lebih lanjut, dia mengajak para pelajar untuk menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa dan dunia, mulai dari kemiskinan, pengangguran, hingga perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, sains, dan komunikasi yang bergerak sangat cepat.
"Kita membutuhkan generasi muda yang bukan hanya pintar, tetapi juga mampu menghadirkan solusi bagi tantangan bangsa, mampu beradaptasi dengan teknologi, dan tetap memiliki karakter yang kuat," jelasnya.
Ibas juga menilai kegiatan seperti EBY EDU FAIR sangat penting karena mampu mempertemukan potensi siswa daerah dengan kampus-kampus unggulan dari berbagai wilayah Indonesia. Menurutnya, keterhubungan antara dunia pendidikan dan kebutuhan dunia kerja harus terus diperkuat. Hal itu agar tercipta kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri dan pembangunan nasional.
"Event seperti ini mempertemukan sekolah, orang tua, siswa, dan perguruan tinggi agar anak-anak kita memiliki gambaran masa depan yang lebih jelas dan sesuai dengan kebutuhan zaman," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ibas memastikan bakal terus mengawal berbagai program pendidikan nasional agar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya pelajar dari keluarga kurang mampu. Dia menyebut program Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan KIP Kuliah (KIP-K) menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan tidak ada anak Indonesia yang putus sekolah karena keterbatasan ekonomi.
"Kita terus mengawal program KIP dan KIP Kuliah agar tepat sasaran dan benar-benar membantu anak-anak Indonesia meraih pendidikan yang lebih tinggi," jelasnya.
Selain pendidikan, dia turut menyoroti pentingnya kesehatan dan pemenuhan gizi bagi generasi muda. Menurutnya, kualitas pendidikan harus berjalan seiring dengan kualitas kesehatan anak-anak Indonesia melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah dijalankan pemerintah.
"Anak-anak kita tidak hanya harus cerdas, tetapi juga sehat, kuat, dan siap bersaing di masa depan," katanya.
Ibas pun berpesan kepada para pelajar agar terus berani bermimpi besar dan tidak mudah menyerah menghadapi tantangan hidup.
Melalui EBY EDU FAIR 2026, diharapkan semakin banyak generasi muda di Trenggalek yang memiliki keberanian untuk melanjutkan pendidikan tinggi, memperluas wawasan, serta mempersiapkan diri menjadi sumber daya manusia unggul untuk masa depan Indonesia yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing global.
"Pesan saya, bermimpilah tinggi dan bermimpilah banyak. Belum tentu satu mimpi terpenuhi, bisa jadi mimpi-mimpi lain yang nanti kita raih. Bekerja keras, belajar, terus mengasah diri, menghadirkan kreativitas dan inovasi yang penuh solusi. Dan yang terakhir, never give up, jangan pernah menyerah," tutup Ibas. (akn/ega)


















































