Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengawali rangkaian HUT ke-499 Jakarta melalui acara 'DEKLARASI GERAKAN PILAH SAMPAH DAN PENCANANGAN HUT KE-499 KOTA JAKARTA' yang menggabungkan kampanye pilah sampah, pertunjukan musik, dan aktivasi ruang publik di koridor Jalan H.R. Rasuna Said, Pedestrian Plaza Festival, Jakarta Selatan.
Sejumlah musisi dan kelompok seni dijadwalkan tampil memeriahkan acara tersebut, mulai dari pertunjukan bernuansa budaya Betawi hingga band modern. Selain menjadi ruang hiburan bagi warga, kegiatan ini juga menjadi sarana Pemprov DKI untuk menyosialisasikan gerakan pilah sampah yang mulai digencarkan di Jakarta.
Berdasarkan pantauan detikcom, sekitar pukul 15.35 WIB, kawasan acara mulai dihadiri warga yang datang untuk menikmati rangkaian hiburan dalam 'DEKLARASI GERAKAN PILAH SAMPAH DAN PENCANANGAN HUT KE-499 KOTA JAKARTA'. Sejumlah pengunjung tampak menikmati pertunjukan di area panggung sambil mengikuti kampanye lingkungan yang diusung Pemprov DKI Jakarta dalam perayaan tahun ini.
Salah satu pengunjung, Ella (50) warga Karet Kuningan, mengaku datang ke lokasi acara karena penasaran dengan konsep kegiatan yang ramai dibagikan di berbagai grup percakapan.
"Saya punya banyak grup, dan di grup-grup itu sudah dibagikan informasi kalau ada kegiatan di hari Sabtu ini dan besok. Saya penasaran acaranya seperti apa, makanya saya datang ke sini," kata Ella kepada detikcom di Plaza Festival Kuningan, Jakarta, Sabtu (9/5/2026).
Ella menilai konsep acara yang digelar di koridor Jalan H.R. Rasuna Said ini menarik karena tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menyajikan informasi mengenai perkembangan Jakarta dari masa ke masa serta beragam pilihan kuliner.
"Desain acaranya bagus banget. Ada informasi tentang sejarah dan kondisi Jakarta dari waktu ke waktu, jadi sekaligus jadi pelajaran buat kita. Kuliner juga banyak, jadi pengunjung bisa menikmati acara dengan nyaman. Saya juga dengar nanti akan ada banyak pengisi acara sampai malam," ujarnya.
Foto: Rahmat Khairurizqi/detikcom
Selain itu, menurut Ella, kampanye lingkungan bertajuk 'Jaga Jakarta Bersih: Pilah Sampah' dalam rangkaian Pencananan HUT ke-499 Jakarta sangat relevan, mengingat kapasitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang yang semakin terbatas.
"Saya setuju banget dengan gerakan pilah sampah ini. Kita sering dengar Bantar Gebang sudah tidak bisa menampung sampah dari Jakarta. Jadi sebagai warga, kita harus punya kesadaran untuk mulai memilah sampah," tuturnya.
Ella berharap upaya menjaga kebersihan kota tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
"Pemerintah tentu harus terus meningkatkan pelayanan, tapi masyarakat juga harus ikut berpartisipasi. Jangan hanya menuntut pemerintah, sementara kita sendiri tidak mau mulai memilah sampah, minimal dari rumah kita sendiri," jelasnya.
Rasuna Said Dipilih sebagai Simbol Jakarta Kota Global
Sementara itu, Pemprov DKI Jakarta menjelaskan bahwa pemilihan kawasan H.R. Rasuna Said bukan tanpa alasan. Kawasan tersebut dinilai merepresentasikan wajah Jakarta sebagai kota global dengan fungsi strategis sebagai pusat bisnis, diplomasi, sekaligus ruang publik modern.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyebut penataan koridor H.R. Rasuna Said menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang kota yang lebih ramah pejalan kaki, terintegrasi, dan berkelanjutan.
"Koridor H.R. Rasuna Said merepresentasikan wajah baru Jakarta sebagai kota global. Penataan kawasan ini menjadi bagian penting dalam menciptakan ruang kota yang lebih terintegrasi, nyaman bagi pejalan kaki, dan mendukung mobilitas berkelanjutan," ujar Pramono dikutip dari Siaran Pers yang diterima.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menambahkan, Pemprov DKI Jakarta juga tengah mendorong penguatan transportasi terpadu serta rencana implementasi Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di sepanjang kawasan tersebut sebagai bagian dari transformasi kota yang ramah lingkungan.
Adapun kegiatan 'DEKLARASI GERAKAN PILAH SAMPAH DAN PENCANANGAN HUT KE-499 KOTA JAKARTA' menjadi salah satu upaya Pemprov DKI untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya.
Lebih lanjut, rangkaian acara menghadirkan berbagai pertunjukan musik lintas genre, mulai dari musisi hingga kelompok seni budaya Betawi yang tampil di panggung utama untuk menghidupkan suasana perayaan di ruang publik tersebut.
Melalui kegiatan ini, Pemprov DKI Jakarta berharap kolaborasi antara pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat dapat semakin memperkuat transformasi Jakarta menuju kota global yang berkelanjutan menjelang usia lima abad.
Rangkaian acara masih akan berlanjut pada Minggu (10/5). Pada pagi hari, warga dapat mengikuti kegiatan olahraga bersama, sedangkan pada sore hingga malam hari akan kembali digelar hiburan musik, aktivasi komunitas, serta kampanye pilah sampah.
Masyarakat dapat menghadiri acara ini secara gratis di kawasan Pedestrian Plaza Festival, Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan. Pemprov DKI Jakarta mengajak warga untuk turut meramaikan perayaan sekaligus berpartisipasi dalam gerakan menjaga kebersihan kota.
Lihat juga Video 'Usulan Pramono: Haul Ulama Betawi di Monas-Lomba MTQ Diperluas':
(akn/ega)


















































