Jakarta - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI) Kembali menggelar Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar yang kali ini diselenggarakan di Ballroom Grand Maya, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, hari ini. LCC Empat Pilar MPR merupakan sarana penting untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat khususnya generasi muda di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi.
Hadir dalam acara ini Plt. Sekretaris Jenderal MPR Siti Fauziah, Inspektur, Inspektorat Setjen MPR Anies Mayangsari Muninggar, Kepala Bagian Pemberitaan dan Hubungan Antarlembaga Rosando, Kepala Bagian Tata Usaha Pimpinan Setjen MPR Kartika Indriati Sekarsari, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan Abdul Rahim, dan juri daerah Muhammad Elmy.
Dalam sambutannya, anggota Badan Sosialisasi MPR RI Habib Zakaria Bahasyim menjelaskan bahwa lomba cerdas cermat merupakan salah satu metode sosialisasi Empat Pilar MPR RI kepada kalangan pelajar. LCC Empat Pilar MPR bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bentuk nyata kecintaan generasi muda terhadap bangsa dan negara.
Materi yang diperlombakan mencakup nilai-nilai kebangsaan seperti Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.
"Lomba ini bukan hanya tentang menang dan kalah, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi, mengasah kemampuan, memperluas wawasan, serta membentuk generasi yang tidak hanya mencintai negaranya, tetapi juga memahami makna dan tanggung jawab sebagai warga negara," kata Habib Zakaria dalam keterangan tertulis, Sabtu (9/5/2026).
Habib Zakaria mengatakan pentingnya Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi pemersatu bangsa yang harus terus menjadi pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak.
Selain itu, dia menekankan pentingnya pemahaman terhadap konstitusi agar generasi muda memiliki kesadaran hukum dan tanggung jawab sebagai warga negara.
"Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan konstitusi yang mengatur kehidupan bernegara. Pemahaman terhadap konstitusi menjadi penting agar generasi muda memiliki kesadaran hukum dan tanggung jawab sebagai warga negara," katanya.
Terkait keutuhan bangsa, Habib Zakaria menegaskan bahwa NKRI adalah harga mati yang harus dijaga bersama di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
"Perbedaan suku, agama, ras, dan budaya adalah kekayaan bangsa yang harus dirawat dalam semangat persatuan sebagaimana diajarkan dalam Bhinneka Tunggal Ika," tuturnya.
Dia juga menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, khususnya Generasi Z dan Generasi Alpha yang hidup di tengah disrupsi teknologi.
"Karena itu, nilai-nilai Empat Pilar sangat penting untuk dipahami dan diamalkan bersama agar generasi muda memiliki fondasi karakter dan kebangsaan yang kuat," ujarnya.
Habib Zakaria mengajak seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas selama perlombaan berlangsung dan berharap kegiatan tersebut membawa manfaat bagi seluruh peserta dan masyarakat.
"Mari kita junjung tinggi sportivitas dan semoga kegiatan ini berjalan lancar serta membawa manfaat bagi kita semua," pungkasnya.
Sementara itu, Abdul Rahim menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan LCC Empat Pilar MPR tingkat Provinsi Kalimantan Selatan sebagai upaya memperkuat wawasan kebangsaan dan karakter generasi muda.
Menurutnya, Empat Pilar MPR yakni Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan fondasi utama dalam menjaga persatuan serta keutuhan bangsa.
"Kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai luhur kebangsaan di kalangan pelajar," ujarnya.
Dia juga menyampaikan apresiasi kepada MPR RI yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan tersebut di Kalimantan Selatan. Menurutnya, penguatan wawasan kebangsaan sangat penting di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus informasi yang berpotensi memicu perpecahan.
"Di tengah dinamika zaman yang terus berubah dan pesatnya perkembangan teknologi, kita harus semakin berpegang teguh pada pilar-pilar kebangsaan," ungkapnya.
Selain itu, Abdul Rahim menyampaikan rasa bangga kepada seluruh peserta lomba yang telah terpilih mewakili sekolah masing-masing. Dia berharap para peserta mampu menjadi teladan dalam menjaga nilai persatuan, toleransi, dan cinta tanah air.
"Kalian adalah generasi penerus bangsa yang diharapkan mampu menjadi teladan dalam menjaga nilai-nilai persatuan, toleransi, dan cinta Tanah Air," tuturnya.
Abdul Rahim berpesan kepada seluruh peserta untuk terus menyebarkan semangat kebangsaan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
"Saya berharap sinergi antara pemerintah daerah, MPR RI, sekolah, dan para pendidik dapat terus terjalin demi melahirkan generasi muda Kalimantan Selatan yang cerdas, berkarakter, dan mencintai tanah air," tutupnya.
Untuk diketahui, sembilan sekolah yang mengikuti perlombaan ini yaitu Man 3 Tapin, MAS Al-Kautsar Satiung, SMAN 2 Banjarbaru, SMAN 7 Banjarmasin, MAN 5 Banjar, SMAN 2 Banjarmasin, MAS Nurhidayah, MAN 2 Hulu Sungai Utara, dan SMAN 1 Kandangan.
(akn/ega)


















































