Salat Jumat Bersama Siswa Sekolah Rakyat, Mensos Beri Pesan Ini

7 hours ago 4

Jakarta -

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) salah Jumat bersama siswa dan guru Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta Selatan, hari ini. Adapun kegiatan ini menjadi sarana memperkuat hubungan dengan Tuhan dan menjadi fondasi pembentukan karakter dan bekal dalam membangun hubungan harmonis dengan sesama.

Dalam arahannya, Gus Ipul membahas Surat Ali Imran ayat 190-191 tentang ulil albab atau orang-orang berakal. Ia menegaskan ciri utama orang berakal adalah selalu mengingat Allah dalam setiap keadaan.

"Orang yang berakal menurut Allah itu orang yang mengingat Allah dahulu. Sebab orang kalau selalu mengingat Allah, dimanapun dalam keadaan apapun, akan selamat," kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Jumat (12/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gus Ipul berpesan mengingat Allah harus dilakukan dalam setiap kondisi, baik saat senang maupun susah. Menurutnya, sikap tersebut akan melahirkan rasa syukur atas seluruh nikmat yang diberikan Tuhan.

"Waktu berdiri, waktu duduk maupun waktu rebahan ingat Allah. Sebab orang kalau selalu mengingat Allah isinya itu bersyukur," ucapnya.

Gus Ipul juga mengingatkan rasa syukur akan mendatangkan tambahan nikmat, sebagaimana ajaran dalam Al Qur'an. Sebaliknya, mengingkari nikmat dapat membawa akibat buruk bagi kehidupan manusia.

"Kalau kita mensyukuri itu, maka Allah janjikan akan ditambah, tapi kalau justru sebaliknya, mengingkari maka sesungguhnya adzab Allah (akan datang)," katanya.

Ia mengungkapkan setelah mengingat Allah, manusia kemudian menggunakan akal pikirannya untuk merenung dan mengambil pelajaran. Karena itu, salat Jumat menurutnya bukan sekadar ibadah rutin, tetapi juga momentum untuk memperkuat kesadaran spiritual.

"Salat Jumat ini adalah bagian dari motivasi dan dorongan dari Allah kepada kita supaya bisa mengingat betul, bahwa mengingat Allah itu yang paling utama," ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Gus Ipul juga menyampaikan motivasi kepada para siswa Sekolah Rakyat. Ia menyebut para siswa sebagai anak-anak yang beruntung karena memperoleh kesempatan belajar melalui program strategis Presiden Prabowo Subianto.

"Nah anak-anakku sekalian, hari-hari ini kalian adalah orang-orang yang beruntung dengan program strategis Bapak Presiden ini mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pembelajaran dengan lingkungan yang berkualitas. Ini adalah kesempatan emas yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya," katanya.

Menurut Gus Ipul, hampir satu tahun proses pembelajaran di Sekolah Rakyat menjadi momentum penting bagi para siswa untuk melakukan introspeksi.

"Kita harus introspeksi, bermuhasabah, merenungkan perjalanan selama satu tahun. Apa yang kita syukuri, apa yang kita dustakan, kebaikan apa yang sudah kita lakukan dan keburukan apa yang belum bisa kita hindari," paparnya.

Ia pun berpesan agar para siswa menjaga hubungan baik dengan Allah sebagai bekal membangun hubungan yang baik dengan sesama manusia.

"Perbaiki hubunganmu dengan Allah maka Allah akan memperbaiki hubunganmu dengan sesama manusia," kata Gus Ipul.

Di akhir arahannya, Gus Ipul menyampaikan doa dan harapan bagi para siswa serta guru Sekolah Rakyat agar terus semangat belajar dan mengabdi.

"Selamat belajar para siswa, selamat mengabdi para guru. Mudah-mudahan Allah memberikan imbalan yang terbaik," pungkasnya.

Sebagai informasi, turut hadir dalam salat Jumat berjamaah tersebut, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Staf Khusus Mensos (SKM) Malik Haramain dan Fatkhurohman Taufik, Tenaga Ahli Mensos (TAM) Andy Kurniawan, Kepala Pusdiklat Afrizon Tanjung, Kepala Pusat Data dan Informasi Kessos Joko Widiarto serta para siswa dan guru SRMA 10 Jakarta Selatan.

(anl/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |