Menag: Prabowo Future Oriented Mampu Baca Tanda-tanda Zaman ke Depan

17 hours ago 5

Jakarta -

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyebut Presiden Prabowo Subianto sosok yang memiliki orientasi ke masa depan. Nasaruddin menilai Prabowo mampu membaca tanda-tanda zaman depan.

Hal itu diungkap Nasaruddin saat bicara terkait Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang dibentuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Nasaruddin mulanya bercerita Kemenag aktif menyosialisasikan keputusan Prabowo itu ke masyarakat luas.

Nasaruddin mengatakan pihaknya bahkan membuat seminar internasional hingga makalah ilmiah menerjemahkan pernyataan Prabowo. Nasaruddin menyebut banyak pihak yang merespons positif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Makalah itu diberikan kepada mereka yang membutuhkan informasi. Hal tersebut mendapat respons positif bagi para pembaca. Dan kita kirimkan ke beberapa komponen yang sangat memerlukan informasi itu," kata Nasaruddin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

"Dan ini saya kira hasilnya luar biasa ya. Banyak tadinya yang salah paham tetapi begitu membaca hasil seminar yang dikemukakan oleh para tokoh, para ulama, dan para pakar, akhirnya oh iya," lanjutnya.

Dari situ lah, Nasaruddin menilai Prabowo sebagai future oriented. Prabowo, menurutnya, mampu membaca tanda-tanda zaman ke depan dengan begitu cepat.

"Ternyata Bapak Presiden future oriented-nya itu dahsyat gitu ya. Dan kita bersyukur Bapak Presiden mampu membaca tanda-tanda zaman ke depan begitu cepat. Mudah-mudahan ini adalah jalan yang terbaik untuk bangsa kita karena posisi Indonesia itu kan sekarang ini sangat sangat sangat penting," ujarnya.

Nasaruddin lantas ingat dengan Perjanjian Hudaibiyah yang berisi perjanjian damai antara Nabi Muhammad SAW dan kaum Quraisy di Makkah.

"Dan apa yang dilakukan oleh Pak Prabowo, itu sebetulnya mengingatkan kita kepada dulu ada Perjanjian Hudaibiyah yang dilakukan Rasulullah," ujarnya.

Menurutnya, di awal perjanjian itu dibuat, banyak yang salah paham dengan isi perjanjian tersebut. Namun akhirnya mengerti usai melihat hasil perjanjian itu.

"Banyak sekali sahabat yang salah paham tapi setelah melihat hasilnya, Alhamdulillah ini yang terbaik ternyata untuk dunia Islam pada waktu itu ya," lanjut Nasaruddin.

Oleh karena itu, Nasaruddin mengajak masyarakat Indonesia untuk berhusnuzon dengan keputusan gabungnya Indonesia ke Board of Peace. Ia berharap Indonesia makin memiliki posisi strategis ke depan.

"Nah kita berharap semoga Bapak Presiden melalui doanya para ulama, doanya warga masyarakat, Indonesia akan semakin memiliki posisi penting dalam dunia internasional," ujarnya.

(eva/whn)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |