Megawati Lantik Pinka Haprani-Andi Widjajanto Pimpin Organisasi Sayap PDIP

2 hours ago 2

Jakarta -

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri melantik pimpinan organisasi sayap dan badan partai. Dalam pelantikan tersebut, Megawati mengambil sumpah Diah Pikatan Orissa Putri Haprani atau Pinka Haprani sebagai Ketua Umum Taruna Merah Putih (TMP).

Acara terlaksana di DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (11/8/2026). Dalam agenda ini Megawati juga melantik Nasyirul Falah Amru sebagai Ketua Umum Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) hingga Andi Widjajanto sebagai Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan (BARAK) Pusat PDIP masa bakti 2025-2030.

Megawati tiba di ruang acara didampingi Ketua DPP PDIP sekaligus Ketua DPR RI Puan Maharani. Puan tampak menggandeng Megawati sembari menyapa peserta acara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum prosesi pengambilan sumpah, Megawati sempat memastikan komitmen para pimpinan organisasi sayap dan badan partai yang akan dilantik.

"Sebelum mengucapkan janji jabatan, saya mau menanyakan dulu. Ini betul-betul bersiap atau tidak?" tanya Megawati.

"Betul?" lanjut Megawati, yang langsung dijawab betul oleh peserta secara serentak.

Megawati kemudian memimpin pembacaan janji jabatan secara bergantian. Adapun Pinka dipercaya memimpin TMP lantaran latar belakang sebagai generasi muda yang bersuara untuk rakyat.

Di dalam kepengurusannya, terdapat tokoh-tokoh muda lain, seperti Patria Ginting, mantan Ketua BEM UI Melki Sedek, dan jurnalis Pangeran Siahaan. Acara dilanjutkan dengan pelantikan Nasyirul Falah Amru sebagai Ketua Umum PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) beserta jajaran pengurusnya.

"Telah selesai dan dengan demikian maka saudara-saudara sekalian telah menjadi anggota yang namanya DPP Baitul Muslimin Indonesia atau Bamusi. Dan saya berharap bekerjalah dengan keras," kata Megawati.

Pengambilan sumpah terhadap Andi Widjajanto bersama jajaran pengurus Badan Riset dan Analisis Kebijakan (BARAK) Pusat PDIP masa bakti 2025-2030 pun dilakukan. Dalam agenda ini, Megawati menekankan pentingnya riset berbasis sains dalam tubuh partai politik.

"Sering kali orang berpikir kalau partai itu tidak memerlukan riset-riset. Padahal, menurut saya, partai itu merupakan sebuah gerakan, riset itu adalah untuk sains," ujar Megawati.

Megawati juga menyoroti persoalan pengangguran di kalangan tenaga terdidik dan akademisi di Indonesia. Ia meminta badan riset partai ikut membedah persoalan tersebut sekaligus mencari akar masalah dan solusinya.

"Beberapa hari ini saya membaca di koran bahwa justru yang namanya orang-orang pintar kita itu tidak mempunyai pekerjaan sampai jumlahnya sedih sendiri melihat berita, katanya 1 juta. Ini saya sedang suruh untuk membedah sebetulnya apa alasannya tidak bisa kerja dan mengapa terjadi seperti itu," kata Megawati.

Megawati juga memberi pengarahan untuk bekerja keras dan menjaga jati diri sebagai kader. Ia menekankan sumber kekuatan PDIP adalah rakyat.

"Saya ingin menitipkan satu pesan yang sangat penting kepada seluruh kader dan seluruh Sayap dan Badan Partai: Setialah pada sumbermu. Dan sumber kekuatan kita adalah rakyat. Jangan pernah jauh dari rakyat. Dengarkan suara rakyat. Rasakan denyut kehidupan rakyat," kata Megawati.

"Hadir ketika rakyat menghadapi kesulitan. Berdiri bersama rakyat ketika rakyat membutuhkan pembelaan. Sebab, Partai yang kehilangan hubungan dengan rakyat, pada hakikatnya telah kehilangan sumber kekuatannya sendiri," tambahnya.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan pelantikan pimpinan organisasi sayap dan badan partai tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat konsolidasi internal PDIP. Hasto ingin memastikan partai aktif dan bekerja bersama masyarakat.

"Organisasi sayap dan badan partai agar fokus mendampingi dan menjadi bagian dari solusi atas persoalan sehari-hari masyarakat serta menyelaraskan gerak langkahnya dengan struktur partai," kata Hasto.

(dwr/azh)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |