Lawyer Muslim Adukan Challenge Hafalan Qur'an demi Miras ke Bareskrim

1 hour ago 2

Jakarta -

Asosiasi Lawyer Muslim Indonesia (ALMI) mengadukan tindakan challenge hafalan Al-Qur'an berhadiah minuman keras (miras) saat konser musik The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara (Jakut). Tindakan tersebut diadukan oleh pihak ALMI ke Bareskrim Polri.

Ketua ALMI, Zainul Arifin menjelaskan, tindakan yang kemudian viral di media sosial (medsos) menurutnya sudah masuk ke dalam ranah penistaan agama. Dia memandang melantunkan Al-Qur'an setelahnya dihadiahi miras adalah tindakan yang tak pantas.

"Video itu yang sangat jelas sekali secara verbal ya, mengatakan bahwa melantunkan ayat suci Al-Quran Ad-Dhuha yang di depannya disandingkan dengan minuman beralkohol. Nah, ini yang menurut hemat kami jelas-jelas melakukan penistaan agama," ujar Zainul kepada wartawan di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Zainul menerangkan, sejatinya ALMI ingin membuat laporan atas tindakan yang dinilai telah menistakan agama tersebut. Namun pihak penyidik menyampaikan bahwa yang dilaporkan tersebut masuk dalam kategori delik aduan.

"Tadi kami berkoordinasi dengan teman-teman penyidik di atas yang mereka menyampaikan bahwa ini bukan merupakan delik aduan. Artinya penegak hukum boleh melakukan tindakan hukum sepanjang ini menjadi atensi publik itu pertama," terang Zainul.

Di sisi lain, Zainul mengatakan, ada juga laporan terhadap tindakan tersebut yang dibuat oleh pihak lain di Polda Metro Jaya. Tapi, dia menyebut jika pihak Bareskrim Polri tetap akan memproses aduan masyarakat yang dibuatnya hari ini.

"Kemudian kedua, sudah ada penegakan hukum dilakukan oleh teman-teman wilayah Polda Metro Jaya, maka dari itu memberi kesempatan kepada mereka," kata Zainul.

"Namun penyidik berjanji akan memproses aduan masyarakat ini karena tidak akan memetakan wilayah mana yang bertanggung jawab apakah Bareskrim ataukah Polda Metro Jaya. Selagi sepanjang ada pengaduan masyarakat maka kawan-kawan penyidik Bareskrim proaktif untuk menindaklanjutinya dan kami siap untuk mengawal proses itu," imbuhnya.

Polda Metro Selidiki

Polisi menyelidiki dugaan penistaan agama terkait promosi minuman keras (miras) berkedok tantangan (challenge) hafalan Al-Qur'an saat konser musik The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara (Jakut). Polisi memanggil pihak event organizer (EO) dan MC acara tersebut.

"Hari ini, Selasa, 11 Agustus 2026, penyidik menjadwalkan klarifikasi terhadap pihak EO dan MC acara," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Selasa (11/7).

Polisi juga berkoordinasi dengan pihak The Sound Project hingga pemilik booth minuman tersebut. Polisi masih melakukan pendalaman.

"Polsek Pademangan berkoordinasi dengan penyelenggara dan pemilik booth untuk membantu kelancaran proses hukum," kata dia.

"Selanjutnya, penyidik akan melengkapi administrasi penyelidikan dan melakukan gelar perkara. Kepolisian juga memfasilitasi masyarakat yang hendak membuat laporan terkait peristiwa tersebut," imbuhnya.

Dilihat detikcom, dalam video yang beredar, tampak momen booth produk miras di salah satu festival musik menggelar tantangan (challenge) hafalan salah satu surah Al-Qur'an, Ad-Dhuha, bagi pengunjung. Dalam video itu, disebutkan pengunjung yang bisa hafal mendapat imbalan diduga miras.

Masih dalam video tersebut, terlihat pengunjung yang menghafal satu per satu ayat Ad-Dhuha. Ada sorakan dan tepukan tangan saat pengunjung itu selesai menghafal.

Respons Penyelenggara

Pihak penyelenggara, The Sounds Project, buka suara terkait hal ini. Mereka turut mengecam kejadian tersebut.

"Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun," kata The Sounds Project melalui akun Instagram resminya.

Pihak penyelenggara mengaku kejadian tersebut tidak sesuai arahan maupun persetujuan The Sounds Project. Penyelenggara kini sudah menegur pihak sponsor dan memintanya untuk menyelesaikan kasus tersebut hingga tuntas.

"Kami telah menegur pihak sponsor terkait dan meminta mereka untuk menyelesaikan kasus ini hingga tuntas," ujarnya.

Pihaknya juga akan mengawal kasus tersebut dan mengidentifikasi pihak yang terlibat langsung pada insiden itu agar dapat dipertanggungjawabkan. Mereka juga akan melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.

Tanggapan Newport
Sementara itu, Direktur Newport, Handoko Sasongko, juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Ia menegaskan aktivitas tersebut bukan merupakan program maupun konsep promosi.

"Sehubungan dengan beredarnya video di booth Newport pada gelaran festival musik The Sounds Project, Minggu (9/8), Newport menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh umat muslim, tokoh agama, dan seluruh masyarakat Indonesia atas kejadian yang menimbulkan ketidaknyamanan, rasa terluka, dan kegaduhan yang terjadi," ungkap Handoko dalam keterangannya, Selasa (11/8).

"Newport perlu meluruskan bahwa aktivitas tersebut bukan merupakan program, konsep promosi, challenge, maupun arahan yang dibuat atau direncanakan oleh Newport. Aktivitas tersebut muncul secara spontan dari pengunjung yang berada di lokasi," imbuhnya.

Lebih lanjut, Handoko juga mengakui adanya kelemahan dalam pengawasan di lapangan. Perusahaan menyesalkan situasi tersebut tidak ditangani sebagaimana mestinya ketika kejadian berlangsung.

"Newport sangat menyesalkan bahwa situasi tersebut tidak ditangani sebagaimana mestinya pada saat kejadian. Kami menyesal adanya kelemahan dalam pengawasan terhadap pengunjung yang bisa mengambil alih mik dari MC di lapangan, sehingga tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama, keyakinan, budaya serta adat istiadat yang dijunjung oleh masyarakat dapat terjadi," ucapnya.

Newport menegaskan pihaknya menghormati nilai-nilai agama serta sensitivitas yang hidup di tengah masyarakat Indonesia. Handoko menekankan penghormatan terhadap nilai-nilai tersebut menjadi hal penting dalam setiap kegiatan dan interaksi Newport dengan masyarakat.

(kuf/azh)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |