Jakarta -
Ketua Fraksi PKB MPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz menekankan pentingnya peran kehumasan pemerintah dalam menjembatani komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, sinergi antarlembaga diperlukan agar informasi kenegaraan dapat disampaikan secara utuh dan mudah dipahami publik.
Hal itu disampaikan Neng Eem saat memberikan keynote speech sekaligus membuka Forum Tematik Bakohumas MPR RI di Ruang Delegasi, Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Jakarta, hari ini. Forum tersebut mengangkat tema 'Sinergi Bakohumas dalam Mendukung Publikasi Sidang Tahunan MPR yang Informatif, Kolaboratif, dan Kredibel'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Neng Eem mengatakan Sidang Tahunan MPR RI bukan sekadar agenda seremonial ketatanegaraan. Menurutnya, forum tersebut menjadi momentum bagi lembaga-lembaga negara untuk menyampaikan laporan kinerja, melakukan evaluasi, sekaligus meneguhkan arah kebangsaan di hadapan masyarakat.
"Sidang ini adalah panggung utama di mana lembaga-lembaga negara berdiri sejajar menyampaikan laporan kinerja, merajut evaluasi, dan meneguhkan arah kebangsaan di hadapan rakyat," kata Neng Eem dalam keterangan tertulis, Selasa (11/8/2026).
Ia mengatakan Sidang Tahunan MPR RI juga menjadi momentum untuk memastikan konstitusi, khususnya UUD NRI Tahun 1945, tidak berhenti sebagai dokumen normatif. Konstitusi harus diterapkan dalam praktik penyelenggaraan negara dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Namun, Neng Eem mengingatkan Sidang Tahunan MPR RI tidak akan bermakna jika substansi dan informasi yang disampaikan tidak sampai dan dipahami masyarakat. Karena itu, menurutnya, kehumasan pemerintah yang tergabung dalam Bakohumas memiliki peran strategis sebagai penerjemah pesan-pesan kenegaraan agar dapat dipahami secara sederhana, kontekstual, dan membumi.
"Di titik inilah seluruh kehumasan pemerintah yang tergabung dalam Bakohumas memegang peran yang tidak tergantikan. Kitalah penerjemahnya, kitalah jembatan, dan kitalah yang mengubah bahasa konstitusi yang kaku menjadi bahasa rakyat yang membumi," tegasnya.
Neng Eem mengajak seluruh insan Bakohumas menjadikan publikasi Sidang Tahunan MPR RI 2026 sebagai momentum memperkuat sinergi antarlembaga. Menurutnya, komunikasi publik yang baik membutuhkan keterhubungan narasi agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh mengenai agenda dan kinerja lembaga-lembaga negara.
Dia menegaskan kehumasan pemerintah tidak boleh bekerja dalam sekat-sekat kelembagaan maupun ego sektoral. Sebaliknya, sinergi antarlembaga perlu diperkuat agar komunikasi negara kepada masyarakat berjalan efektif, konsisten, dan mudah dipahami.
"Maka mari kita jadikan momentum Sidang Tahunan MPR RI tahun ini sebagai bukti nyata dari sinergi kita. Mari kita pastikan informasinya jelas, sumbernya jelas, dan penyampaiannya juga jelas. Mari kita pastikan informasinya utuh, holistik dan tidak terpotong-potong," pungkasnya.
Forum Tematik Bakohumas MPR RI turut dihadiri Plt Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah, Deputi Bidang Administrasi Heri Herawan, Deputi VII Bidang Komunikasi dan Informasi BIN Achmad Zainal Huda, serta Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Molly Prabawaty.
Hadir pula Kepala Biro SDM, Organisasi dan Hukum Agus Subagyo, Kepala Biro Persidangan dan Pemasyarakatan Konstitusi Wachid Nugroho, Kepala Biro Humas dan Sistem Informasi Budi Muliawan, Kepala Bagian Pemberitaan dan Hubungan Lembaga Susan Andriyani, serta perwakilan kementerian dan lembaga.
(akn/ega)

















































