Kepala BNN Luncurkan Call Center 184, Minta Operator Responsif Layani Warga

4 hours ago 4
Jakarta -

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Suyudi Ario Seto meluncurkan layanan call center 184. Dia mengatakan call center ini menjadi salah satu bentuk transformasi BNN.

"Tentunya di era destruktif informasi dan digitalisasi saat ini, negara dituntut untuk hadir lebih dekat, lebih cepat, dan negara dituntut hadir lebih responsif di tengah-tengah masyarakat. Dan tentunya kehadiran BNN dengan call center 184 ini bukanlah semata-mata sebuah seremonial pembaruan fasilitas, tapi merupakan manifestasi nyata dari transformasi digital yang tentunya menjadi prioritas strategis BNN RI," ujar Suyudi dalam sambutannya pada peluncuran call center 184 di kantor BNN, Jakarta Timur, Kamis (19/2/2026).

Suyudi menjelaskan, layanan call center 184 beroperasi 24 jam setiap hari. Dia berharap layanan tersebut bisa beroperasi secara maksimal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam implementasinya saya menekankan agar pelayanan BNN call center 184 ini dapat beroperasi secara optimal dan terus kita update pelayanannya ya dari waktu ke waktu. Dan kita dapat melayani publik 24 jam penuh dalam 7 hari. Negara tidak boleh tidur dalam melayani masyarakatnya," katanya.

Kepala BNN Komjen Suyudi luncurkan call center 184 (Adhfar/detikcom)Kepala BNN Komjen Suyudi meluncurkan call center 184. (Adhfar/detikcom)

Suyudi meminta para operator diberi peningkatan kapasitas. Dia berharap para operator menguasai materi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

"Saya minta agar para operator garda terdepan ini dibekali dengan peningkatan kapasitas berkelanjutan atau continuous improvement. Mereka harus memiliki penguasaan materi yang komprehensif terkait P4GN," ujarnya.

Suyudi mengatakan para operator harus responsif terhadap aduan warga. Dia mengatakan tak boleh ada warga yang merasa tidak dilayani dengan baik.

"Kesimpulannya bahwa jangan sampai ada satu pun masyarakat yang menghubungi call center 184 merasa kecewa karena tidak dapat mendapatkan informasi yang akurat atau respons yang memadai," katanya.

(haf/haf)


Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |