APVI Buka Suara Soal Vape Disebut Jadi Pintu Masuk Narkoba Jenis Baru

4 hours ago 2

Jakarta -

Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) buka suara terkait pernyataan Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) yang menyebutkan vape menjadi pintu masuk narkoba jenis baru. APVI menilai pernyataan tersebut tidak bijak dan harus dilihat lebih objektif

"Kami mendukung upaya pemerintah dan BNN dalam memberantas narkoba. Tapi menurut saya, kebijakan harus proporsional. Fokusnya harus pada pelaku ilegal, bukan menuding semua industri legal yang sudah patuh aturan," kata Ketua Umum APVI Budiyanto dikutip dari Instagram apvi.official, Kamis (19/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Budiyanto mengatakan harusnya pemberantasan narkoba dilakukan dengan menindak tegas pelaku kriminal bukan justru membuat industri legal menjadi korban. Apalagi saat ini, industri rokok elektrik di Indonesia tengah tumbuh subur.

"Masalah sebenarnya ada para praktik ilegal, bukan pada perangkat vape itu sendiri. Solusi yang tepat menurut kami adalah pengawasan yang ketat dan penindakan tegas terhadap pelaku kriminal tanpa membuat industri legal menjadi korban," jelasnya.

"Industri rokok elektronik (REL) sekarang sudah melibatkan ribuan pelaku usaha, menyerap ratusan ribu tenaga kerja, dan menyumbang triliunan rupiah bagi negara. Jadi kebijakan yang bijak harus menyeimbangkan antara menindak penyalahgunaan narkoba dan tetap melindungi lapangan kerja serta ekonomi yang sehat," sambungnya.

Hal senada turut diungkapkan oleh Ketua Bidang Humas Publikasi, dan Media APVI Filusif Faruq Vernanda. Filusif Faruq Vernanda pun meminta agar pemerintah tidak memukul rata bahwa semua vape menjadi sarana baru masuknya narkoba jenis baru.

Padahal selama ini, menurutnya, oknum penyalahgunaan narkotika itu selalu menemukan cara baru agar barang terlarang itu bisa dikonsumsi dan diedarkan.

"APVI meminta pemerintah untuk tidak serta merta memukul rata vape semua sebagai sarana baru masuknya narkotika jenis baru. Karena oknum penyalahgunaan narkotika akan selalu menemukan celah baru nantinya, harus dibedakan mana perantara dan mana sumber masalahnya," jelasnya.

Untuk itu, dia berharap agar pemerintah lebih fokus untuk mengusut masuknya barang terlarang tersebut ketimbang menyudutkan industri rokok elektrik.

"Semoga pemerintah dan BNN lebih fokus mengusut masuknya barang terlarang tersebut daripada menyudutkan vape yang terbukti hanya sebagai satu dari sekian banyak alat yang bisa disalahgunakan untuk narkoba. Jangan karena ada tikus di lumbung, maka satu lumbung mau di bakar ini nggak bijaksana," tutupnya.

(ega/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |