Jakarta -
Kawasan Sudirman Central Business District (SCBD) menggelar rangkaian perayaan Imlek 2577 Kongzili bertema 'Ride to Luck' (Join the Journey, Catch the Luck) yang terbuka untuk umum dan gratis. Agendanya menghadirkan parade budaya hingga bazar kuliner di jantung Jakarta.
Kolaborasi Kawasan Niaga SCBD, SCBD Park, dan SCBD Weekland itu dipadati ribuan warga yang menikmati pertunjukan seni, atraksi budaya, serta ragam kuliner khas Imlek dan nusantara.
Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto yang hadir mengapresiasi perayaan yang dinilainya inklusif dan membumi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hai buat semuanya, warga umat Tionghoa yang ada di Indonesia, selamat merayakan Tahun Baru Imlek. Mudah-mudahan tahun ini membawa berkah, kesehatan, dan kebahagiaan bagi kita semua, terutama juga bagi bangsa Indonesia supaya kita semua diberi sehat semuanya, tambah berkah dan sejahtera," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (18/2/2026).
Titiek juga menekankan acara tersebut menjadi ruang kebersamaan lintas komunitas dan dapat dinikmati secara gratis oleh seluruh masyarakat Jakarta, bukan hanya warga Tionghoa.
"Dan ini tidak dipungut bayaran jadi semuanya bisa melihat di sini. UMKM juga bisa berjualan di sini. Jadi terima kasih untuk Artha Graha Group dan Artha Graha Peduli yang sudah menyiapkan acara yang sedemikian cantik ini untuk masyarakat Jakarta," ujarnya menambahkan.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana turut hadir di sela parade budaya dan menyoroti keterlibatan UMKM dalam perayaan tersebut.
"Saya ingin mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek bagi warga Tionghoa yang merayakan 2577 Kongzili. Menurut saya, ini sangat baik dilakukan. Acara dan pawai di sini juga banyak melibatkan UMKM," ujarnya.
Mengusung konsep akulturasi, 'Ride to Luck' menampilkan kolaborasi barongsai dan tarian naga dengan pertunjukan seni Betawi. Salah satu atraksi yang mencuri perhatian adalah penampilan Naga Liong sepanjang 30 meter serta pelepasliaran 9.988 ekor burung pipit sebagai simbol doa dan harapan baik di tahun baru.
Perayaan ini juga disebut sejalan dengan program Pemprov DKI Jakarta 'Jakarta Melting Pot: Harmoni dalam Keberagaman' yang mendorong penguatan toleransi dan pengembangan pariwisata kota berbasis budaya.
Direktur Creative Event Entertainment, Ananta Pribadi mengatakan tema 'Ride to Luck' menjadi simbol perjalanan baru yang penuh optimisme.
"Melalui tema ini, kami ingin mengajak masyarakat memulai perjalanan baru di tahun ini dengan penuh semangat dan harapan. Kami bangga dapat menampilkan harmoni budaya Tionghoa dan Betawi yang hidup berdampingan di kawasan modern seperti SCBD," ujarnya.
Tahun ini, rangkaian Imlek dan Cap Go Meh juga disebut terasa berbeda karena beririsan dengan awal Ramadan 2026. Momentum tersebut diangkat sebagai simbol harmonisasi antar budaya dan keberagaman agama melalui pertunjukan seni, dekorasi tematik, hingga interaksi lintas komunitas.
Perayaan Imlek di Kawasan SCBD, Jakarta. Foto: dok. Artha Graha
Dalam rangkaian acara, panitia turut menghadirkan Lunar New Year Market yang diikuti 80 UMKM binaan SCBD, menyajikan kuliner khas Imlek hingga hidangan nusantara, serta promo transaksi non-tunai dari Bank Artha Graha Internasional.
Selain itu, terdapat pertunjukan barongsai, seni tari, dan musik tradisional Tiongkok yang dikolaborasikan dengan budaya Betawi. Acara ini telah berlangsung sejak awal Februari dan puncaknya pada 16-17 Februari, serta 1 Maret dengan penampilan spesial dari performer.
Seluruh rangkaian hiburan dan atraksi budaya dapat dinikmati gratis, sehingga kawasan disebut menjadi ruang publik yang inklusif.
Kesuksesan acara didukung unit usaha di bawah Artha Graha Network dan Artha Graha Group. Sebagai pengelola kawasan SCBD, PT Danayasa Arthatama menyiapkan integrasi fasilitas serta kenyamanan pengunjung selama acara berlangsung.
Artha Graha Peduli (AGP) juga terlibat melalui pendampingan dan pemberdayaan UMKM untuk memperkuat peran pelaku usaha kecil di pusat bisnis Jakarta.
SCBD adalah kawasan niaga terpadu seluas 45 hektare di Jakarta Selatan dengan infrastruktur modern berbasis teknologi ramah lingkungan. Pengembangannya mencakup SCBD Park, ruang ritel semi-outdoor seluas 5,8 hektare, serta SCBD Weekland sebagai destinasi hiburan akhir pekan dengan festival budaya dan bazar UMKM.
Melalui program sosial dan ekonomi kreatif, termasuk Pasar Murah AGP dan pendampingan UMKM, SCBD mendorong perannya sebagai titik temu keberagaman sekaligus penggerak ekonomi.
(prf/ega)

















































