Jakarta -
Video memperlihatkan sejumlah warga duduk bersila di depan rumah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Solo beredar di media sosial (medsos). Ajudan Jokowi AKBP Syarif Fitriansyah buka suara membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Dalam video yang beredar tampak warga berkumpul hampir menutupi jalanan di depan rumah Jokowi. Mereka melantunkan bacaan tauhid hingga mendoakan keselamatan bagi ayah dari Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, tersebut.
"Semoga dia panjang umur, diberkahi kehidupannya dan kita semua warga Banyumas mendukung dengan sepenuhnya. Mudah-mudahan beliau kuat menghadapi fitnah, segalanya. Amin ya rabbal alamin," ujar salah satu perempuan dalam video tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
AKBP Syarif membenarkan peristiwa tahlilan di rumah Jokowi. Ia menyebut kejadian tersebut berlangsung bulan lalu, tepatnya pada 18 Januari 2026.
"Ya betul (tahlilan). Pada saat tanggal 18 Januari 2026 itu. Kita sambut dan terima surat maupun kehadirannya," kata Syarif saat dikonfirmasi, Kamis (19/2/2026).
Syarif mengatakan di hari yang sama Jokowi harus terbang pagi-pagi ke Jakarta untuk menghadiri pernikahan asisten pribadi Presiden Prabowo Subianto, Agung Suherman. Jokowi tak bisa menerima silaturahmi keluarga besar Pondok Pesantren Hidayatul Khalil dari Desa Rancamaya, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah ini.
"Akan tetapi di saat yang sama Bapak Jokowi pagi-pagi harus take off ke Jakarta untuk menghadiri dan menjadi saksi pernikahan Aspri Pak Prabowo, Mas Agung Surahman. Sebelumnya sudah kita sampaikan agenda Bapak Jokowi di waktu tersebut, tetapi mereka tetap memutuskan untuk datang," katanya.
Kendati demikian, Syarif menyebut Jokowi tak merasa keberatan dengan kehadiran warga. Ia menyebut eks Gubernur Jakarta tersebut juga tak merasa terganggu dengan momen tahlilan di depan kediamannya.
"Bapak sama sekali tidak merasa terganggu," ucapnya.
Syarif pun membagikan sejumlah cuplikan video saat warga menggelar acara di depan rumah Jokowi. Terdengar salah satu perwakilan memberikan ucapan terima kasih.
"Kami dari kalangan santri tentunya berbekal pada apa yang kami yakini, barang siapa yang tidak bisa berterima kasih kepada sesama, dia nggak mungkin bisa bersyukur kepada Tuhannya. Semua presiden adalah manusia, manusia itu sempurna ketika pribadinya melekat kelebihan dan kekurangan," ujar salah satu pria dalam video tersebut.
(dwr/jbr)

















































