Efisiensi Energi, Kapolda Riau Imbau Jajaran Hemat BBM dan WFH bagi ASN

4 hours ago 3

Siak -

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan meminta jajarannya untuk meningkatkan kepekaan di tengah situasi ketidakpastian ekonomi dan dinamika keamanan global. Di tengah memanasnya geopolitik dunia yang memicu kenaikan harga energi, Kapolda menegaskan pentingnya strategi pemolisian adaptif, mulai dari penguatan patroli di tingkat akar rumput hingga langkah nyata penghematan BBM di internal kepolisian.

Hal itu disampaikan oleh Irjen Herry Heryawan dalam paparannya bertajuk 'Sense of Crisis dan Strategi Pemolisian Adaptif dalam Menghadapi Ketidakpastian Ekonomi dan Dinamika Kamtibmas' di Polres Siak. Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat utama (PJU) Polda Riau dan Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Syam Siregar.

Kapolda mengatakan perang AS-Israel dan Iran, penutupan Selat Hormuz berdampak tidak hanya di tingkat global, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi negara Indonesia. Di tengah situasi penuh disrupsi ini mempengaruhi stabilitas dalam negeri baik dari aspek ekonomi global maupun dinamika sosial.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sedang berada pada situasi yang tidak pasti. Dalam kondisi seperti ini, Polri harus hadir sebagai penjaga keteraturan sosial dan stabilisator di tengah masyarakat. Karena itu, setiap personel wajib memiliki sense of crisis yang kuat," ujar Irjen Herry, Selasa (21/4/2026).

Menindaklanjuti arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit, Kapolda menginstruksikan kepada staf ASN non-operasional di lingkungan Polda Riau untuk menerapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Rabu. Kebijakan WFH bagi ASN tersebut mulai berlaku pada tanggal 21 April di lingkungan Polda Riau.

"Termasuk, hemat BBM dan hemat listrik dan itu harus disampaikan juga kepada keluarga," imbuhnya.

Salah satu poin krusial lainnya yang digarisbawahi oleh Irjen Herry Heryawan yakni mengenai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Fenomena siklus Super El Nino yang diperkirakan muncul, sehingga seluruh jajaran diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Berdasarkan hasil komunikasi dengan BMKG, BNPB, BPBD bahwa kemarau panjang terjadi di bulan Mei, Juni, Juli sampai Agustus," katanya.

Sebagai langkah antisipasi, Polda Riau bersama TNI dan Pemda menguatkan early warning system dalam rangka menyiapkan langkah-langkah kedaruratan.

"Embung kita perbanyak. Sampai saat ini di Provinsi Riau ada 1.102 embung, menara sebanyak 300-an yang dibuat perusahaan konsesi," imbuhnya.

Dalam pemaparannya, jenderal bintang dua itu juga meminta seluruh jajaran, khususnya Bhabinkamtibmas, untuk memperkuat deteksi dini dan meningkatkan komunikasi langsung dengan masyarakat.

"Potensi karhutla harus kita antisipasi sejak awal. Saya minta seluruh personel aktif turun ke lapangan, memberikan edukasi, dan memastikan tidak ada lagi pembukaan lahan dengan cara membakar. Ini bagian dari komitmen kita menjaga keadilan ekologi," pungkasnya.

Simak juga Video 'Pimpinan MPR Nilai Pasokan Energi Aman Berkat Pertemuan Prabowo-Putin':

(mea/eva)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |