Bagikan Buku soal PPO-PPA ke Calon Atase Polri, Wakapolri Titip Pesan Ini

1 week ago 12

Jakarta -

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menyampaikan pesan strategis pemberantasan tindak pidana perdagangan orang serta perlindungan perempuan dan anak (TPPO-PPA) kepada lima calon Atase Polri dan staf teknis Polri. Komjen Dedi menyerahkan buku 'Strategi Polri dalam Pemberantasan TPPO: Perlindungan Perempuan dan Anak di Era Digital'.

Dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/1/2026), pesan penting Komjen Dedi disampaikan dalam kegiatan pembekalan bagi calon Atase Polri dan staf teknis Polri 2026 yang dilaksanakan di ruang kerja Wakapolri, lantai 2 gedung utama Mabes Polri.

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menyampaikan pesan strategis pemberantasan TPPA-PPO kepada lima calon Atase Polri dan staf teknis PolriWakapolri Komjen Dedi Prasetyo menyampaikan pesan strategis pemberantasan TPPO-PPA kepada lima calon Atase Polri dan staf teknis Polri Foto: dok. istimewa

Adapun lima personel Polri yang mengikuti pembekalan dan akan melaksanakan penugasan sebagai Atase Polri dan staf teknis Polri di luar negeri adalah:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Kombes Sofyan Arief, calon Atase Kepolisian RI di Malaysia
2. Kombes Sandhi Satyatama, calon Atase Kepolisian RI di Australia
3. Kombes I Nengah Adi Putra, calon Atase Kepolisian RI di Vietnam
4. AKBP Taufik Noor Isya, staf teknis Polri di Arab Saudi (Riyadh & Jeddah)
5. AKP Louis Stefanus Gregory Kaunang, staf teknis Polri di Kamboja

Wakapolri menegaskan TPPO merupakan kejahatan kemanusiaan lintas negara yang terus berkembang seiring pesatnya kemajuan teknologi digital, dengan perempuan dan anak sebagai kelompok paling rentan menjadi korban.

Oleh karena itu, Komjen Dedi menyebut para atase dan staf teknis Polri diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam pencegahan, penindakan, perlindungan korban, serta penguatan kerja sama internasional.

"Melalui buku ini, saya menitipkan pesan penting agar pemberantasan TPPO dan PPA menjadi prioritas utama dalam setiap penugasan. Ini adalah amanah kemanusiaan sekaligus tanggung jawab moral dan institusional Polri," kata Wakapolri.

Komjen Dedi menekankan para calon atase dan staf teknis merupakan representasi kehormatan Polri di kancah internasional. Dia berharap para calon atase dan staf teknis Polri mampu menjalankan fungsi intelijen, diplomasi kepolisian, serta kehumasan yang menjadi jembatan komunikasi efektif dengan diaspora Indonesia di negara penugasan.

Kegiatan pembekalan ini turut dihadiri oleh Kadivhubinter Polri Irjen Amur Chandra Juli Buana dan Kabagwakinter Rokersin Divhubinter Polri Kombes Andiko Wicaksono.

Untuk diketahui, buku 'Strategi Polri dalam Pemberantasan TPPO: Perlindungan Perempuan dan Anak di Era Digital' ditulis bersama oleh Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, Komjen (Purn) I Ketut Suardana, Direktur Tindak Pidana PPO-PPA Bareskrim Polri, Brigjen Nurul Azizah.

Wakapolri berharap karya ini menjadi rujukan akademis, praktis, dan kebijakan bagi aparat penegak hukum, akademisi, serta pemangku kepentingan dalam memperkuat perlindungan perempuan dan anak serta pemberantasan TPPO-PPA di era digital.

(fas/aud)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |