Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkap perhatian besar Presiden Prabowo Subianto terhadap persoalan sampah di Jakarta. Zulhas menyebut Prabowo bahkan intens menghubunginya untuk membahas penanganan sampah, khususnya di Bantargebang.
Hal itu disampaikan Zulhas dalam acara penandatanganan kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dan PT Danantara Investment Management di kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026).
"Jakarta ini mendapat perhatian khusus dari Bapak Presiden. Kami hampir tiap minggu ditelepon soal sampah, utamanya Bantargebang," kata Zulhas.
Menurut dia, kondisi sampah di Jakarta saat ini memang sudah mendesak untuk segera ditangani. Dengan timbulan mencapai sekitar 9.000 ton per hari, sebagian besar sampah masih bergantung pada sistem open dumping di Bantargebang yang kapasitasnya telah terlampaui.
Zulhas menilai perhatian langsung dari Presiden menjadi dorongan kuat bagi pemerintah untuk mempercepat penanganan sampah secara menyeluruh dan terintegrasi.
"Ini arahan tegas Bapak Presiden agar pengelolaan sampah kita ditangani serius dan tidak berlarut-larut," ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah mendorong percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik atau Pembangkit Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Salah satunya melalui kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dan Danantara.
Ia menegaskan proyek tersebut bukan sekadar program biasa, melainkan komitmen nyata pemerintah dalam menjawab keluhan masyarakat terkait persoalan sampah.
"Ini kontrak dengan jutaan warga Jakarta. Sampah yang selama ini menumpuk dan berbau akan kita ubah menjadi listrik yang bermanfaat," ucapnya.
Zulhas berharap, dengan langkah percepatan ini, persoalan sampah di Jakarta bisa mulai terurai dalam beberapa tahun ke depan. Pemerintah juga menargetkan pengelolaan 100 persen sampah secara nasional dapat tercapai pada 2029, dengan Jakarta menjadi salah satu fokus utama.
"Seratus persen sampah Indonesia terolah dengan baik, insyaallah nanti doakan pada tahun 2029. Mungkin yang belum selesai tinggal yang di rumah-rumah, selain itu kita akan bisa selesaikan," imbuhnya. (bel/idn)

















































