Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benyamin Paulus Octavianus memuji Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) karena dinilai telah berinisiatif membantu tugas pihaknya dalam melakukan cek kesehatan gratis (CKG) kepada masyarakat. Ia mengatakan pola pikir 'periksa kesehatan saat sakit' harus digeser menjadi 'periksa kesehatan untuk mencegah sakit atau dampak fatal dari sebuah penyakit'.
"Kami dari Kementerian Kesehatan sangat menyambut baik kegiatan ini. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menyelenggarakan suatu kegiatan yang mendukung Kementerian Kesehatan," kata Benyamin Paulus saat menghadiri acara 'Operasi Katarak dan Cek Kesehatan Gratis bagi Masyarakat, Petugas, dan Warga Binaan di DK Jakarta' dalam rangka HUT ke-81 RI di RS Umum Cipinang, Jakarta Timur (Jaktim), pada Senin (10/8/2026).
Benyamin mengatakan operasi skrining dan operasi katarak gratis memang penting bagi masyarakat. Penyakit yang terjadi pada mata ini, lanjut Benyamin, mudah ditangani dan kesembuhannya sangat membantu pasien agar nyaman menjalani aktivitas sehari-hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenapa (skrining dan operasi) katarak ini begitu penting? Karena katarak yang rusak hanya lensa saja. Saat lensa diganti, mata langsung terang," ucap Benyamin.
Kemudian, soal cek kesehatan gratis, Benyamin membagikan percakapannya dengan Presiden Prabowo Subianto soal pentingnya membangun kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kondisi kesehatan, tak hanya saat terserang sakit. Ia juga menyampaikan studi bandingnya ke China.
"Kalau CKG (cek kesehatan gratis) kenapa sangat penting? Saya mengusulkan kepada Pak Presiden, orang kalau tidak sakit, tidak akan ke dokter. Sementara kalau tidak pernah periksa, timbullah penyakit yang sebenarnya bisa dicegah," cerita Benyamin.
"Saya bulan lalu dari China, ke puskesmas di sana. Begitu kita (pasien) daftar di sana, langsung dicek matanya Karena mereka mencegah supaya kita nggak sakit parah. Dari mata itu kelihatan orang sakit atau tidak," tambah dia.
Benyamin lalu mengutarakan permintaan kepada Menteri Imipas Agus Andrianto, yang berada di lokasi acara, untuk menginstruksikan jajaran pemasyarakatan agar memeriksakan Kesehatan penghuni lapas dengan rutin. Pemeriksaan rutin yang dimaksud seperti mengecek tensi dan gula darah.
"Ini yang saya minta tolong, Pak Menteri, di setiap lapas punya klinik nggak? Ada berapa orangnya, ada 278 ribu orang (napi), belum pegawai lapas. Kalau setiap klinik petugasnya membantu kita sebulan sekali ditensi (napinya). Kalau tensi atau gula tinggi, tinggal dikasih obat," pinta Benyamin.
Benyamin berharap kehadiran klinik di lapas tak hanya untuk menunggu penghuni atau petugas yang mengeluhkan sakit. Tapi, lanjut dia, lebih proaktif.
"Minta tolong Pak Menteri instruksikan semua lapas sebulan sekali CKG. Dicek tensi dan gula darah para napi, termasuk pegawai lapas. Sayang toh punya klinik cuma untuk nunggu orang sakit. Ndak, mulai hari ini diatur sehari berapa yang diperiksa tensi dan gula darah" Benyamin menekankan.
Menjawab permintaan Benyamin, Menteri Agus menjelaskan bahwa Kemenimipas telah melakukan cek kesehatan gratis sejak program tersebut dicanangkan oleh Presiden Prabowo. Dia pun meminta dukungan kelengkapan alat oleh Kemenkes.
"Untuk pemeriksaan kesehatan gratis itu sudah kami laksanakan sejak dicanangkan Bapak Presiden. Oleh karena itu, kami membuat surat untuk supaya klinik-klinik kami di lapas dan rutan ditambah fasilitas kesehatannya. Supaya pelayanan tidak hanya kepada warga binaan dan petugas, tapi untuk masyarakat sekitar lapas di seluruh Indonesia," tutur Menteri Agus.
Dia pun menyatakan kesiapan pihaknya menjadi kepanjangan tangan Kemenkes, dalam penyelenggaraan cek kesehatan gratis. "Kami siap untuk menjadi kepanjangan tangan Kementerian Kesehatan untuk menyelenggarakan CKG," sambung Menteri Agus.
Lihat juga Video: Wamenkes Ingin Narapidana Tiap Bulan Dicek Tensi dan Gula Darah
(aud/fca)
















































