Said Iqbal Buatkan BPJS untuk 3 Karyawan Percetakan Disekap di Jakpus

5 hours ago 2
Jakarta -

Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mengatakan telah meminta stafnya untuk membuatkan BPJS bagi ketiga karyawan percetakan korban penyekapan di Jakarta Pusat. Iqbal mengatakan KTP ketiga korban hilang sehingga semua penanganan kesehatan ketiganya akan diurus pihaknya.

"Saya sudah minta kepada staf PKP Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh untuk membuatkan BPJS Kesehatannya. Karena ini semua hilang semua nih, KTP-nya hilang, tanda dirinya hilang," kata Iqbal saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (3/7/2026).

"BPJS Kesehatannya sudah dalam pengurusan oleh staf yang saya pimpin, yaitu dari Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, untuk mengantisipasi hal-hal ke depan," lanjutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia juga memastikan pengobatan terhadap ketiga korban saat ini menjadi tanggung jawab negara. Dia menyebut, pihak kepolisian pun sudah memberikan pelayanan kesehatan terbaik untuk ketiga korban.

"Hal-hal lain juga kemarin saya sampaikan, kalau ada yang terkait dengan pengobatan, psikiatri, ya, itu adalah semua di beban tanggung jawab negara, dibiayai oleh negara," kata Iqbal.

Iqbal juga menyebut kasus penyekapan ini turut menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, tindakan yang dilakukan pemilik percetakan juga melanggar sila ke-2 Pancasila.

Kondisi Korban

Iqbal juga menyampaikan telah menemui salah satu korban bernama Tegar. Hasilnya, dia mendapatkan keterangan bahwa Tegar menerima perlakuan tak manusiawi.

"Di situ saya jumpai beberapa hal, satu, benar bahwa mereka bertiga termasuk Tegar diperlakukan tidak manusiawi, antara lain diarak tanpa melalui sebuah proses hukum, jadi di depannya di arak," kata Iqbal.

Said Iqbal merasa terenyuh oleh kondisi korban dan keluarganya. Ayah Tegar merupakan pedagang es.

"Yang membuat hati saya terenyuh--dan saya yakin Presiden juga akan memberikan perhatian khusus--adalah ayahnya ini kan cuma pedagang es, orang miskin, diperlakukan anaknya seperti itu sampai nangis, tidak manusiawi, diarak," imbuhnya.

Said Iqbal yakin Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap kasus tersebut. Apalagi selama ini Prabowo kerap bicara di harapan rakyat agar membela orang-orang yang lemah.

"Pak Presiden Prabowo kepada kawan-kawan buruh, rakyat Indonesia, menyampaikan ucapan untuk selalu melindungi rakyat, selalu berpihak kepada orang-orang yang lemah, selalu melayani orang-orang kecil, tidak boleh menyakiti hati rakyat, tidak boleh membuat rakyat susah, itu yang selalu beliau sampaikan kepada kami dan dalam pidato-pidato beliau di hadapan rakyat pun demikian," jelasnya.

Lanjut soal temuannya atas hasil pertemuan dengan Tegar dan kuasa hukumnya, diketahui bahwa para korban juga diperlakukan sangat tidak manusiawi. Selain disekap selama 21 hari, mereka juga dirantai.

"Yang kedua, temuan saya hasil penjelasan korban dan pengacara adalah disekap dan tidak diberi makan 3 hari, dirantai dan diperlakukan tidak beradab dan tidak manusiawi," katanya.

"Kesempatan itu prinsipnya bila ada pekerja buruh yg mungkin diduga ada melanggar hukum harusnya dilakukan penanganannya secara hukum oleh majikan atau pengusaha, tidak main hakim sendiri, memperlakukan tidak manusiawi dan tidak beradab," lanjutnya.

Menurutnya, perlakuan pemilik percetakan terhadap ketiga korban telah melanggar prinsip-prinsip mendasar dalam Pancasila.

"Melanggar sila kedua Pancasila, kemanusiaan yang adil dan beradab," pungkasnya.

(kuf/jbr)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |