3 Karyawan Percetakan Disekap di Jakpus Diimingi Uang Tutup Mulut Rp 1 Miliar

4 hours ago 3

Jakarta -

Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mengungkap telah menemui salah satu korban karyawan percetakan di Jakarta Pusat yang mengalami penyekapan. Said mengatakan, dari perbincangannya dengan korban, ada dugaan intimidasi yang dialami korban setelah kasus ini terungkap.

"Fakta-fakta ini juga saya temui ada intimidasi beberapa oknum mengintimidasi untuk tidak meneruskan perkara ini," jelas Said Iqbal saat konferensi pers di Mapolda Metro Jakarta, Jumat (3/7/2026).

Selain itu, kata Iqbal, korban juga mengaku ada pihak yang mengiming-iminginya uang Rp 1 miliar. Iming-iming uang ini dimaksudkan agar korban tidak meneruskan kasus ini ke ranah hukum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemudian juga, apa namanya, penjelasan yang saya terima langsung dari korban, diiming-imingi uang, bahkan sampai per orang Rp 1 miliar. Ya, nah mereka menolak karena mereka membutuhkan keadilan," kata Iqbal.

Iqbal juga menyebut kasus penyekapan ini turut menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, tindakan yang dilakukan pemilik percetakan juga melanggar sila ke-2 Pancasila.

Iqbal juga telah menemui salah satu korban bernama Tegar. Said mengatakan mendapat sejumlah keterangan bahwa Tegar menerima perlakuan tak manusiawi.

"Di situ saya jumpai beberapa hal, satu, benar bahwa mereka bertiga termasuk Tegar diperlakukan tidak manusiawi, antara lain diarak tanpa melalui sebuah proses hukum, jadi di depannya di arak," kata Iqbal.

Said Iqbal merasa terenyuh dengan kondisi korban dan keluarganya. Ayah Tegar merupakan pedagang es.

"Yang membuat hati saya terenyuh dan saya yakin Presiden juga akan memberikan perhatian khusus adalah ayahnya ini kan cuma pedagang es, orang miskin, diperlakukan anaknya seperti itu sampai nangis, tidak manusiawi, diarak," imbuhnya.

Said Iqbal yakin Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap kasus tersebut. Apalagi, selama ini Prabowo kerap bicara di harapan rakyat agar membela orang-orang yang lemah.

"Pak Presiden Prabowo kepada kawan-kawan buruh, rakyat Indonesia, menyampaikan ucapan untuk selalu melindungi rakyat, selalu berpihak kepada orang-orang yang lemah, selalu melayani orang-orang kecil, tidak boleh menyakiti hati rakyat, tidak boleh membuat rakyat susah, itu yang selalu beliau sampaikan kepada kami dan dalam pidato-pidato beliau di hadapan rakyat pun demikian," jelasnya.

Lebih lanjut, Said juga mengatakan para korban diperlakukan sangat tidak manusiawi. Selain disekap selama 21 hari, mereka juga dirantai.

"Yang kedua, temuan saya hasil penjelasan korban dan pengacara adalah disekap dan tidak diberi makan 3 hari, dirantai, dan diperlakukan tidak beradab dan tidak manusiawi," katanya.

"Kesempatan itu prinsipnya, bila ada pekerja buruh yg mungkin diduga ada melanggar hukum, harusnya dilakukan penanganannya secara hukum oleh majikan atau pengusaha, tidak main hakim sendiri, memperlakukan tidak manusiawi dan tidak beradab," lanjutnya.

Menurutnya, perlakuan pemilik percetakan terhadap ketiga korban telah melanggar prinsip-prinsip mendasar dalam Pancasila.

"Melanggar sila kedua Pancasila, kemanusiaan yang adil dan beradab," ucapnya.

Saksikan Live DetikSore:

(kuf/idn)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |