Pihak Warung Bakso Minta Maaf Buntut Usir Kasar Pensiunan Guru di Jakut

3 hours ago 3
Jakarta -

Kisruh warung bakso di Jakarta Utara yang mengusir dan menuding warga lansia bernama Candra Harahap sebagai juru parkir liar diselesaikan secara kekeluargaan. Pihak warung bakso meminta maaf setelah postingannya dikecam netizen.

Permintaan maaf tersebut disampaikan oleh Meidana selaku perwakilan pihak warung bakso melalui pertemuan dengan Kakek Candra, yang merupakan pensiunan guru. Pertemuan tersebut dihadiri Bhabinkamtibmas Kelurahan Sukapura, Aiptu Sudarmanto.

"Kami dari pihak Bakso Pojoksari, saya Meidana, memohon maaf atas kejadian beberapa hari lalu yang sempat viral di media sosial. Saya menyesal dan saya bersalah atas semua kejadian ini. Saya meminta maaf kepada Bapak Candra Harahap," kata Meidana dalam video yang diterima detikcom, Rabu (11/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertemuan itu digelar di kontrakan Kakek Candra di daerah Tipar Cakung, Jakarta Utara. Selain Bhabinkamtibmas, ada sejumlah warga yang menjadi saksi dari mediasi tersebut.

Pihak warung bakso datang dengan membawa sekantong bingkisan yang diberikan kepada Kakek Candra. Bungkusan itu diterima oleh Kakek Candra.

"Saya meminta maaf, setelah itu, ini ada sedikit sekadar bingkisan dari kami sebagai permohonan maaf, kami dari Bakso Pojoksari untuk Bapak Candra Harahap," kata Meidana.

"Saya mohon maaf ya semuanya, keikhlasan hati, itu yang saya minta," jawab Candra.

"Ikhlas ini (minta maafnya)?," tanya seorang warga yang disambut anggukan kepala Meidana.

"Kita namanya sebangsa dan setanah air jangan saling mendendam. Jadi istilahnya, jangan sekali lagi," kata Candra lagi.

Viral Dituduh Jukir Liar

Sebelumnya diberitakan, video Candra diusir tukang bakso usai dituduh sebagai juru parkir liar viral di media sosial. Hasil penelusuran polisi, Candra bukan juru parkir, melainkan seorang pensiunan guru.

Aiptu Sudarmanto, Bhabinkamtibmas Kelurahan Sukapura Polsek Cilincing, menemui Candra setelah viralnya video lansia diusir atas tuduhan parkir liar. Candra mengaku sudah pensiun mengajar sejak 2025.

Saat ditemui Sudarmanto, Candra bercerita tentang dia dan keluarganya. Setelah tak lagi mengajar, Candra memulung untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

"Sehari-hari memulung, pendapatan tak tentu. Anak 3, tak ada yang peduli. Ya kita gini aja, daripada nggak makan," kata Candra dalam video yang diterima dari Polsek Cilincing, Selasa (10/2/2026).

Candra sempat dituduh bekerja sebagai jukir liar oleh salah seorang pegawai kedai bakso yang berlokasi di Jalan Tipar Cakung, Kelurahan Sukapura, Kecamatan Cilincing, Jakut. Dia membantah tuduhan itu.

"Saya mah cuma duduk-duduk saja, nggak pernah markir-markir gitu. Tanya aja orang-orang," ucapnya.

Candra sempat menangis saat curhat ke Bhabinkamtibmas yang menemukannya saat sedang memulung atau mencari rongsokan di wilayah RT 03 RW 01 Kelurahan Sukapura. Kini Candra tinggal seorang diri.

Kepada polisi, Candra juga sempat mengaku sempat menjadi korban penipuan. Surat keterangan (SK) pensiun sebagai guru telah berpindah tangan.

"Dari hasil klarifikasi, diketahui bahwa yang bersangkutan bernama Bapak Candra Harahap, seorang pensiunan guru," kata Kapolsek Cilincing, AKP Bobi Subasri, Selasa (10/2).

"Beliau menerangkan bahwa SK pensiun miliknya pernah diagunkan, namun uang yang seharusnya diterima sebesar Rp 300 juta diduga telah ditipu oleh pihak lain," imbuhnya.

(jbr/mea)


Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |