PKB Sayangkan Trenggono dan Purbaya Debat Terbuka: Alarm buat Kabinet

3 hours ago 5

Jakarta -

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono menyerang Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka di media sosial. Ketua DPP PKB Daniel Johan heran terhadap kelakuan para menteri tersebut.

"Sesama menteri kok saling mendebat secara terbuka begitu, kelihatan nggak kompak yang dipertontonkan di hadapan rakyat, bikin masyarakat semakin bingung nanti, seperti tidak solid, tidak ada koordinasi antarkementerian," kata Daniel Johan saat dihubungi, Rabu (11/2/2026).

Dia menilai seharusnya keduanya berdebat secara langsung agar memperkuat sinergi. Ia menilai kejadian ini sebagai alarm untuk jajaran kabinet Presiden Prabowo Subianto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini jadi alarm buat jajaran kabinet untuk lebih solid dalam hal komunikasi dan koordinasi. Kita berharap tim Kabinet Merah Putih bekerja secara solid menjalankan amanat Presiden demi kepentingan masyarakat," ucap dia.

Kalaupun ada hal yang tidak terkoordinasi, kata Daniel Johan, sebaiknya dibicarakan secara internal. "Sehingga segera diselesaikan tanpa harus sahut-sahutan seperti itu," sambungnya.

Lebih jauh, Daniel Johan tidak mau berandai-andai terkait peluang reshuffle kabinet karena insiden ini. Ia menyebut reshuffle kabinet menjadi hak prerogatif Presiden Prabowo.

"Reshuffle kabinet sepenuhnya hak prerogatif Presiden, yang paham benar kinerja masing-masing menteri," lanjut dia.

Polemik Purbaya vs Trenggono

Sebelumnya diberitakan, Menteri Kelautan dan Perikanan (Menteri KP) Sakti Wahyu Trenggono menjawab tudingan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa soal anggaran kapal yang sudah cair.

Dalam video yang beredar, Purbaya menyebut anggaran kapal dari Kemenkeu sudah cair, tapi industri galangan belum juga menerima pesanan. Trenggono meminta Purbaya mengecek langsung anak buahnya di Kemenkeu soal anggaran tersebut.

"Coba Anda tanya dulu deh sama anak buah Anda, benar nggak itu uang kapal sudah dikucurkan," tanya Trenggono dalam unggahan di Instagram pribadinya @swtrenggono, dilansir detikFinance, Selasa (10/2).

Trenggono menjelaskan proyek pembangunan kapal yang dimaksud sebenarnya didanai anggaran kredit dari Inggris. Dalam catatan detikcom, Indonesia memang berencana membangun 1.500 kapal ikan yang bekerja sama dengan Inggris.

"Yth Menteri Keuangan, supaya Anda paham dan cerdas, bahwa dana untuk pembangunan kapal tersebut bersumber dari pinjaman luar negeri dari pemerintah UK," tegas Trenggono.

Pernyataan Purbaya disampaikan dalam acara Revitalisasi Galangan Kapal dan Pelayaran Indonesia: Mendorong Daya Saing dan Peningkatan Kapasitas Industri Nasional yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Purbaya terlihat heran karena KKP belum juga melakukan pesanan ke industri galangan Tanah Air. Padahal Kemenkeu sudah mengucurkan anggaran pengadaan kapal untuk KKP.

(dwr/gbr)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |